8 thoughts on “MARI BERBAGI…

  1. ass.
    dalam waktu dekat ini perusahaan kami akan pindah ke luar wilayah mendekati pabrik penyuplay bahan baku, masih satu group, dengan alasan penghematan. jarak tempuh kurang lebih 2jam, semua karyawan diajak dengan kompensasi bonus 2 s/d 4 kali gaji ,transportasi , mess+ makan selama 1thn, menyediakan tranport untuk pindah rumah, sedangkan yg tdk mau di kasih 1x pmtk,bagaimana menyikapi ini? ingin nya kompensasi lebih tingggi, cttn kami produk no 1/ leader, dan termasuk paling besar kontribusi dlm grup ( pma,amerika), produksi berdasarkan order(ngantri)
    matur nuwun
    andik

    Suka

    • mas andik cahyono yth, membaca apa yang anda sampaikan hal ini sudah termasuk bagus sesuai dengan ketentuan UU 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan menyangkut penggabungan, peleburan suatu unit usaha.
      pasal 163 tersebut berbunyi sbb :

      PASAL 163
      (1) Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja/buruh dalam hal terjadi perubahan status, penggabungan, peleburan, atau perubahan kepemilikan perusahaan dan pekerja/buruh tidak bersedia melanjutkan hubungan kerja, maka pekerja/buruh berhak atas uang pesangon sebesar 1 (satu) kali sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang perhargaan masa kerja 1 (satu) kali ketentuan Pasal 156 ayat (3) dan uang penggantian hak sesuai ketentuan dalam Pasal 156 ayat (4).

      (2) Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja/buruh karena perubahan status, penggabungan, atau peleburan perusahaan, dan pengusaha tidak bersedia menerima pekerja/buruh di perusahaannya, maka pekerja/buruh berhak atas uang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja 1 (satu) kali ketentuan dalam Pasal 156 ayat (3), dan uang penggantian hak sesuai ketentuan dalam Pasal 156 ayat (4).

      Nah menyikapi hal ini seperti yang anda sampaikan “ingin kompensasi yang tinggi” sebaiknya lakukan perundingan bipartit antara pekerja/ perwakilan pekerja/ serikat pekerja untuk melakukan perundingan perihal besarnya kompensasi tentunya tuntutan anda pasti lebih tinggi dari yang di sampaikan perusahaan… perundingan sampai tiga kali…(jangan lupa membuat risalah perundingan) kalau sampai ketiga tidak terjadi kesepakatan maka disinilah pintu terjadinya “perselisihan kepentingan” ada bisa naik ke Mediator di Disnakertrans setempat, kalau masih belum sepakat bisa di naikkan lagi di Pengadilan Hubungan Industrial dan ingat kekuatan pekerja terletak kepada solidaritas sesama pekerja solid, kompak semua pekerja mendukung. jangan sampai terpecah belah hanya karena salah satu atau sebagian sudah menerima kesepekatan… salam semoga bermanfaat…cerdas, solid, bertanggung jawab.

      Suka

  2. Saya mau bertanya..sah kah kontrak kerja disuatu perusahaan dimana dari sekitar 18 karyawannya ada yang mau tanda tangan kontrak, ada yang tidak.
    Jadi dengan pekerjaan yang sama ada karyawan yang tidak mau tanda tangan kontrak karena tidak mau terikat dengan perusahaan tersebut karena gaji yang kecil dan sangat kurang kesejahteraan karyawannya. Sedang jika ttd kontrak, kalau sampai putus tengah jalan harus bayar pinalti 3 bulan gaji. Dan perusahaan membiarkan hal ini karena mereka susah mencari karyawan. Tetapi ada karyawan baru yang tidak tahu situasi mau
    menandatangani kontrak kerja dan ketika melanggar kontrak diharuskan membayar. Sedangkan karyawan lain yang tidak ttd kontrak bisa bebas keluar kapan saja tanpa ada kwjiban membayar. Apakah adil dan sah kah kontraknya?

    Suka

    • mohon dicermati dasar-dasar sebuah perjanjian kerja,perjanjian Kerja dibuat atas dasar :
      a) Kesepakatan kedua belah pihak
      b) Kemampuan atau kecakapan melakukan perbuatan hukum.
      c) Adanya pekerjaan yang diperjanjikan, dan
      d) Pekerjaan yang diperjanjikan tidak bertentangan dengan ketertiban umum, kesusilaan, dan peraturan per undang-undangan yang berlaku.

      Perjanjian kerja yang dibuat oleh para pihak yang bertentangan dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dapat dibatalkan, perjanjian kerja yang dibuat oleh para pihak yang bertentangan dengan ketentuan batal demi hukum

      Ketentuan dalam perjanjian kerja tidak boleh bertentangan dengan peraturan perusahaan, perjanjian kerja bersama dan peraturan perundang-undangan yang berlaku

      Suka

  3. Yth Bapak,

    Semoga berkenan Menjawab .
    Saya karyawan kontrak di salah satu PMA ,saya sudah 10 tahun kerja di perusaahan ini . dengan Kontrak setiap tahun di perpanjang tapi tidak di putus, Surat perpanjangan selalu ada Cuman surat pemutusan kerja tidak .
    ada , jadi meskipun saya kerja kontrak ,selama 10 tahun saya tetap bekerjaa di perusaan ini tanpa pernah berhenti .Cuman pada Akhir tahun ini ( satu tahun Terakhir) saya tidak terima /tanda tanggan surat kerja kontrak namun saya masih bekerjaa, dan di gaji lewat perusaahan ( Out Sourcing,) Cuman bukan karyawan Out Sourcing tersebut ( hanya lewat gajian saja) ,Tanpa jaminan pengobatan .
    1.Yang saya tanyakan , apa ini menyalahi Prosedur ketenaga kerjaan,?
    2.Kemana saya harus mengadukan Masalah ini,
    3.Apa kah setiap karyawan kontrak tidak mendapat Pesangon,
    4. Apa setiap habis kontrak harus ada surat pemberhentian kerja atau tidak habis kontrak langsung diangap putus?

    Terimakasih.

    Suka

  4. Dear admin,

    Saat ini saya ingin menanyakan masalah yang menimpa saya. Saat ini saya masih bekerja di PT Wuerth Indah dan saat ini saya sedang dalam proses penyidikan oleh kepolisian dalam kasus penggelapan. Saya dilaporkan telah menggelapkan uang perusahaan senilai Rp 10.400.000 sesuai dengan hasil audit internal. Nah dari total tersebut yang benar2 saya pakai itu senilai 1 juta dan sisanya adalah kredit macet customer yang juga dibebankan kepada saya. Saat ini saya masih melakukan kewajiban saya dengan tetap masuk kerja dan mencari order untuk perusahaan meskipun sudah 3 bulan tidak digaji. Alasan perusahaan tidak mengeluarkan gaji saya adalah agar saya segera menyelesaikan tanggungan saya tersebut. Alasan saya tetap bekerja adalah karena saya ingin menunjukkan niat baik saya kepada perusahaan bahwa saya akan mengganti uang yang telah saya pakai tersebut. Tetapi perusahaan tidak mau mengerti dengan permasalahan saya, mereka ingin saya menyelesaikan tanggungan saya secara langsung (tunai 10 juta). Saya sudah berusaha mengangsur sebesar 1,3 juta tetapi ditolak dan uang tersebut dikembalikan kepada saya.

    Yang ingin saya tanyakan apakah
    1. tindakan perusahaan ini benar secara hukum dan secara aturan ketenaga kerjaan di indonesia
    2. Langkah apa yang seyogyanya saya lakukan menanggapi permasalahan hukum saya ini. Sekedar informasi saya bermaksud melaporkan hal ini ke pihak disnaker karena tindakan perusahaan ini.

    Atas jawaban dan solusinya saya ucapkan banyak terima kasih.

    Suka

  5. Saya seorang karyawan suatu perusahaan dan sudah bekerja selama 12 tahun. Karena sudah jenuh dengan pekerjaan yang selama ini saya lakukan dan yang pali utama selama 12 tahun bekerja gaji per bulan sekitar Rp 1,2 juta. Pada bulan Agustus 2014 minggu pertama saya mengajukan surat penguduran diri dengan alasan membuka warung/kios kecil-kecilan, pada surat tersebut bahwa mulai per 17 Agustus 2014 saya berhenti bekerja. setelah tanggal pengunduran diri saya selalu di SMS untuk masuk lagi sampai akhir bulan, dengan alasan untuk membimbing karyawan baru sebagai pengganti, namun saya tidak mau berangkat dan hampir setiap hari saya di SMS. Yang saya tanyakan :
    1. Bagaimana perhitungan gaji karywn yang mundur pada pertengan bulan, apa gaji pakok saya utuh atau tunjangan yang hilang?
    2. Bila karywn mundur apa masih punya hak pesangon?

    Suka

  6. Dear Pak Eko,
    Apakah Expath/Tenaga Kerja Asing bisa menjadi Manager Project dalam suatu perusahaan di Indonesia.
    Dengan adanya Roster 12-2 di Industry pertambangan (12 hari kerja dan 2 hari off) apakah seharusnya hari ke-8 sampai 12 harus dibayar hari overtime (hari ke-7 dibayar OT tapi 8-12 hanya di bayar hari biasa)?apakah bisa dikaitkan Roster 12-2 ini sama dengan Roster 6-1 (seolah-olah ganti off dan atau hanya di kali 2, 6×2=12 (hari kerja) dan 1×2=2 (day off) sehingga pembayaran OT hari ke 8-12 tidak di berlakukan. Adakah sanksi bagi perusahaan jika tidak membayar OT ini?Bagaimana cara pengaduannya untuk hal ini, apakah ke Disnaker atau kemana?
    Mohon pencerahannya. Terima kasih sebelumnya.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s