Pendidikan Gratis, Tolak Kenaikkan Tarif Dasar Listrik dan Peningkatan Pelayanan BPJS

#seiring dengan kebijakan pemerintah dengan pengelolaan SMK dan SMU oleh pemerintah propinsi menjadikan kecemasan dan kekawatiran masyarakat khususnya kaum buruh di Kabupaten Karanganyar. Pendidikan gratis yang selama ini menjadi program pemerintah Kabupaten Karanganyar dikawatirkan dihapus.

Pendidikan gratis yang selama ini telah membantu mengurangi biaya pengeluaran dari penghasilan mereka dari Upah Minimum Kabupaten/ UMK yang dirasa masih kurang akan semakin membebani kaum buruh dan masyarakat. Sebagai warga Negara masyarakat dan kaum buruh telah taat membayar pajak dan menjalankan undang undang berhak mendapatkan pendidikan gratis dan jaminan sosial. Negara telah mengamanatkan 20% APBN / APBD untuk pendidikan dan juga pendidikan dasar 12 (dua belas) tahun sehingga harus ada terobosan-terobosan untuk menjalankan amanat konstitusi tersebut.

Oleh karenanya Forum Komunikasi Serikat Buruh Karanganyar mendorong kepada pemerintah Kabupaten Karanganyar untuk mengambil langkah langkah yang dipandang perlu untuk mencari solusi karena pendidikan merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat.

#Jangankan membuat kebijakkan yang peduli kepada rakyat dan buruh tentang penghapusan outsourcing dan pemagangan atau jaminan Sosial : jaminan kesehatan gratis untuk seluruh rakyat dan jaminan pensiun untuk buruh sama dengan PNS/TNI/Polri – Tolak Upah Murah: cabut PP 78/2015, malah pemerintah membuat kebijakan yang semakin memberatkan kehidupan buruh dan masyarakat kecil dengan memberikan kado terpahit berupa kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) 900 VA.

Forum Komunikasi Serikat Buruh Kabupaten Karanganyar berpendapat, dengan kenaikan TDL ini, beban hidup di masyarakat makin bertambah. Terlebih lagi, sebelumnya, Pemerintah menekan daya beli buruh dan rakyat kecil dengan terlebih dahulu membatasi jumlah pasokan BBM jenis premium.

“Akibatnya, para buruh yang kebanyakan menggunakan sepeda motor (pengguna sepeda motor di Indonesia mencapai 86 juta orang) mau tidak mau harus membeli Pertalite atau Petromax yang notabene harganya terus meroket”

Lebih lanjut kebijakan Pemerintah menaikkan harga tarif dasar listrik 900 VA dan membatasi keberadaan premium menyebabkan daya beli buruh turun 20 persen. Hal ini, karena, salah satu dari 60 item kebutuhan hidup layak (sebagai dasar kenaikan upah minimum) adalah item harga listrik 900 VA tersebut.

“Bayangkan, kenaikan upah minimum dalam satu tahun hanya sekali, tapi kenaikan TDL 900 VA dan harga-harga kebutuhan pokok lain terjadi beberapa kali dalam satu tahun. Itu pun besarnya kenaikan upah minimum sangat kecil sekali dibandingkan kebutuhan real, itu sama artinya membunuh secara perlahan kaum buruh.”

#Jaminan kesehatan yang selama ini diterima dirasa masih kurang, masalah profesionalisme dan Kualitas Pelayanan JKN, BPJS Kesehatan dan Fasiltas Kesehatan/Rumah Sakit Untuk Seluruh Rakyat Indonesia juga dipandang masih sangat buruk dan harus terus diperjuangkan bersama seluruh rakyat agar seluruh pasien BPJS Kesehatan mendapat pelayanan yang baik.

“Seperti halnya pasien umum yang membayar cash, lebih-lebih peserta BPJS Kesehatan yang iurannya telah dibayar oleh perusahaan dan peserta telah dibayar dimuka sebelum sakit,”

Saat ini kepesertaan BPJS Kesehatan dari unsur pekerja/buruh formal swasta dan BUMN masih rendah. Pada akhir Februari 2017, jumlah peserta BPJS Kesehatan dari kelompok pekerja hanya 10 juta orang, jauh lebih kecil dari jumlah pekerja formal yang mencapai 39 juta orang. Jika semakin banyak pekerja swasta dan BUMN yang menjadi peserta BPJS Kesehatan maka iuran yang diterima BPJS Kesehatan akan meningkat, sehingga mampu membiayai klaim rumah sakit, membayar kapitasi dan berbagai kegiatan operasionalnya. Dampaknya layanan kesehatan yang diterima pekerja dan keluarganya akan lebih baik. Berbagai masalah seperti pasien terpaksa membeli obat sendiri, kesulitan mendapatkan ruang perawatan hingga ICU, waktu menunggu operasi yang lama, pasien dipaksa pulang dalam kondisi tidak sadar, dan lain-lain akan berkurang.

Oleh karena itu, Forum Komunikasi Serikat Buruh Kabupaten Karanganyar yang didalamnya bergabung berbagai elemen Serikat Buruh di Kabupaten Karanganyar bersikap :

  1. Mendesak kepada pemerintah Daerah Kabupaten Karanganyar dan Propinsi Jawa Tengah untuk tetap menjalankan Pendidikan Gratis dari SD, SMP, SMU dan yang sederajat.
  2. FKSBK dan buruh Indonesia mendesak Presiden Jokowi menggunakan kewenangannya untuk membatalkan kenaikan harga tarif dasar listrik, diiringi menambah jumlah pasokan BBM jenis premium, Mendesak dibentuk tim audit investigasi dan forensik oleh BPK terhadap PLN yang mengklaim selalu merugi dan dengan seenaknya menaikkan harga listrik yang semakin menyusahkan kaum buruh dan rakyat kecil, mendesak DPR RI untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) listrik dengan menggunakan hak angket untuk memanggil Presiden guna menanyakan kebijakan kenaikan TDL yang memberatkan buruh dan rakyat kecil.
  3. Perbaiki Profesionalisme dan Kualitas Pelayanan JKN, BPJS Kesehatan dan Fasiltas Kesehatan/Rumah Sakit Untuk Seluruh Rakyat Indonesia dan Tegakkan Hukum Perburuhan di Kabupaten Karanganyar untuk melindungi kaum buruh yang semakin rentan posisinya.

Korlap.
1. Eko Supriyanto HP. 085742326112
2. Murjioko HP. 081548511709

Rekomendasi Menteri Tenaga Kerja G20 Hanya Omong Kosong Jika PP 78/2015 Tidak Dicabut

SIARAN PERS KONFEDERASI SERIKAT PEKERJA INDONESIA (KSPI), 17 JULI 2016

REKOMENDASI MENTERI TENAGA KERJA G20 HANYA OMONG KOSONG JIKA PP 78/2015 TIDAK DICABUT

PRESIDEN KSPI INGATKAN AGAR MENAKER TIDAK KERAS KEPALA TERKAIT PP 78/2015

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, pertemuan para Menteri Tenaga Kerja anggota G20 di Beijing, China, pada 12-13 Juli 2016 yang menghasilkan Deklarasi Menteri Tenaga Kerja G20 tidak akan berjalan efektif, jika PP No 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan tidak dicabut. Seperti diketahui, Deklarasi Menteri Tanaga Kerja G20 memuat kesepakatan bersama mengenai rekomendasi kebijakan terhadap pengurangan pengangguran, peningkatan keterampilan sesuai keinginan  pasar kerja, meningkatkan kualitas pemagangan dan prinsip-prinsip kebijakan pengupahan yang berkelanjutan, rasional dan koheren.

Menurut Iqbal, PP 78/2015 yang menetapkan rumus kenaikan upah hanya berdasarkan inflansi dan pertumbuhan ekonomi justru membatasi kenaikan upah. Padahal base on upah di Indonesia termasuk yang paling rendah di ASEAN. Dimana data ILO menyebutkan, upah rata-rata per bulan di Laos $121, Indonesia $174, Vietnam $181, Philipina $206, Thailand $357, dan Malaysia $506. Selain itu, kebijakan ini membuka ruang hilangnya upah minimum sektoral.

Intinya PP 78/2015 membuat hak berunding hilang dan kembali kepada kebijakan upah murah. Ini berarti bertentangan dengan isi deklarasi G20 yang ditandatangani pemerintah indonesia tersebut. Hal ini berdampak pada turunnya daya beli buruh dan rakyat, serta melambatnya pertumbuhan ekonomi yang hanya 4,9% (tidak mencapai target). Di sisi lain, pendapatan pajak juga berkurang karena banyak pabrik yang menurunkan produksinya dan mem PHK buruh.

Dengan formula kenaikan upah memakai PP 78/2015 maka upah minimum di DKI Jakarta akan tetap lebih rendah dari upah di Karawang dan Bekasi. Padahal, bukan tidak mungkin, tahun depan inflansi di DKI Jakarta lebih tinggi.

“Ingat, angka gini ratio di DKI makin besar dibandingkan angka nasional. Hal ini disebabkan upah murah di DKI Jakarta. Begitu pun dengan upah minimum di Semarang, akan tetap rendah. Padahal biaya hidup disana tidak jauh berbeda dengan upah di kota-kota besar yang lain,” kata Iqbal.

Selanjutnya, pria yang juga menjadi deklarator Rumah Rakyat Indonesia itu menegaskan, “Dengan upah yang rendah, mustahil kualitas pekerja bisa ditingkatkan sesuai isi deklarasi G20.”

Untuk itu, Iqbal meminta agar sistem penetapan upah minimum dikembalikan pada mekanisme penetapan kebutuhan hidup layak (KHL) melalui survei pasar dan perundingan di dewan pengupahan yang melibatkan serikat buruh, pemerintah dan Apindo (ukan secara sepihak diputuskan pemerintah pusat saja), yaitu dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas KHL menjadi 84 item.

“Bagaimana mungkin buruh meningkat kualitasnya, jika upahnya saja tidak cukup memehuhi kebutuhan hidup, dan upah di Indonesia masih rendah di ASEAN” ujarnya.

Masih menurut Iqbal, PP No. 78 Tahun 2015 yang disebut-sebut mampu mencegah terjadinya PHK ternyata hanya omong kosong. Buktinya, PHK besar-besaran masih saja terjadi. “Itu artinya Menaker telah melakukan pembohongan publik, degan menanda tangani deklarasi G20 tersebut.”

Selain itu Panitia Kerja (Panja Upah) DPR RI sudah merekomendasikan agar PP 78/2015 dicabut. Tentunya dalam membuat rekomendasi, Panja sudah mendengar masukan dari berbagai pihak terkait. Untuk itu, Iqbal meminta agar Menaker tidak keras kepala terhadap apa yang direkomendasikan oleh para wakil rakyat.

Dalam bulan-bulan kedepan akan diwarnai aksi besar-besaran oleh buruh di seluruh Indonesia untuk menuntut cabut PP no 78/2015 dan naikan upah minimum 2017 sebesar Rp 750 ribu. Karena September-Nopember adalah proses penetapan upah minimum 2017.

Terima kasih

SAID IQBAL

Presiden KSPI

Rahasia Umur Sudah 40 Tahun

image

Berhati-hatilah Bagi Saudaraku yg Umurnya Sudah Memasuki 40 Tahun Bahkan Sudah Lebih Dari itu..inilah Rahasia Dibalik Umur 40Tahun :

1.Umur 40 Tahun Merupakan Puncak Nya Masa2 Remaja…ibarat Kita Sedang dipuncak Gunung lalu setelah itu Kita Akan Berjalan Turun, apakah Lambat atau Cepat untuk Sampai Tujuan (Alam Kubur)

2.Umur 40 Tahun Berada Pada Persimpangan Jalan Terakhir Apakah Akan Lebih Baik atau Malah Lebih Buruk Ketika di akhir Perjalanan Kehidupannya Karena Umur Umat Nabi Muhammad antara 60 hingga 70 tahun atau Lebih Dari itu

3.Umur 40 Tahun Sudah saatnya Semakin Memperbanyak Ibadah Hingga Ajal Menjemput dan Perbanyak Berdoa Agar diwafatkan dalam keadaan muslim dan dikumpulkan Bersama Org2 Muslim

4.Umur 40 Tahun perbanyak ISTIGHFAR Memohon Ampun Pada ALLAH Atas Dosa2 yang Telah Kita Lakukan dimana Lalu (Taubatan Nasuha)

5.Umur 40 Tahun Perbanyak Berdoa agar Anak2 Keturunan Kita Menjadi Anak2 yang Sholih yang Ikhlas Mendoakan Org Tua nya Baik Ketika Masih Hidup Maupun Sudah Tiada

6.Umur 40 Tahun Jangan Sampai Melenakan Kita dari Kecintaan pada Harta dan Anak2 Kita Secara Berlebihan, Maka infaqkanlah Dijalan ALLAH Sebagian Rizki yang telah ALLAH Karuniakan Pada Kita

7.Umur 40 tahun (Terutama Ikhwan) Wajib Semakin berbakti dan Berbuat Baik Kepada ORANG Tua Jika Masih hidup Karena Kita dan Harta Kita Milik Orang Tua Kita, Maka Perbanyak Do’a Agar Kita Bisa mensyukuri Nikmat yang Begitu Besar yg Telah ALLAH Berikan Pada Kita…Jika Org Tua Kita Sudah Tiada Maka Doakan Mereka dan Kunjungi Teman2 Akrab Org Tua Kita yg Masih Hidup dan Berbuat Baiklah Pada Mereka

8.Umur 40 Tahun Agar Melazimkan Do’a Sebagaimana Firman ALLAH QS. Al Ahqaf : 15

رَبِّ أَوزِعنِي أَن أَشكُرَنِعمَتَكَ الَّتِي أَنعَمتَ عَلَىَّ وَعَلَىوَلِدَىَّ وَأَن أَعمَلَ صَلِحًاتَرضَهُ وَأَصلِح لِىفِى ذُرِّيَّتِي إِنِّى تُبتُ إِلَيكَ وَإِنِّى مِنَ المُسلِمِينَ

“Ya Tuhanku, Tunjukilah Aku untuk Mensyukuri Nikmat Mu yg Telah Engkau Berikan Kepada KU dan Kepada Kedua ibu bapakku & Supaya Aku dapat berbuat Amal yg Sholih yg Engkau Ridhoi, Berikan Kebaikan Kepada Ku dengan (memberi Kebaikan) Kepada Anak Cucu ku. Sesungguhnya aku Bertaubat Kepada Engkau dan Sesungguhnnya Aku Termasuk Org yg Berserah Diri.”

Sebagai Penutup ingatlah Wahai Saudaraku…Sesungguhnnya Sebaik2 Manusia adalah yg umurnya Panjang & Banyak Amalnya (Sesuai dg sunnah)

Dan Ingatlah Tentang 3 manusia yg Tidak Akan diajak bicara oleh ALLAH & Akan Mendapat Siksa yg Pedih diantaranya :

1. Orang Tua yg Berzina
2. Penguasa yg Berbohong (Pendusta)
3. Orang Miskin yg Sombong

Maka Waspadalah Terutama Bagi yang Sudah Berumur 40 Tahun Bahkan Lebih.

Semoga Bermanfaat 🙏🏻

Syarat Calon Pengurus Serikat Tidak Sedang Menjadi Pengurus Partai Politik (?)

image

sebuah catatan kecil Ungaran, 28 Mei 2016 Hari itu saat penentuan dan pembahasan tata tertib persidangan Musda V FSP KEP KSPI Jateng, biasa saja setiap pembahasan tatib terjadi hujan interupsi dan saya anggap wajar saja.

Dan ketika memasuki sarat2 calon ketua disitu mencantumkan calon ketua tidak sedang menjadi pengurus partai politik, hal yang baru memang mensyaratkan hal ini dan interupsi semakin santer, hemm biasalah dinamika persidangan pembahasan tatib.

Mengapa Steering Comitee/ panitia pengarah sengaja memasukkan persyaratan ini (?) saya sedikit mencoba mengulas apa yang menjadi alasannya.

1. Berkaca pada sejarah
Menengok kebelakang adalah satu pemikiran konyol mungkin bagi sebagian orang, tataplah kedepan masa lalu adalah masa lalu, Saya tidak mempermasalahkan akan tetapi masa lalu adalah guru yang terbaik bagi kita. DPD FSP KEP KSPI Jateng beberapa kali dipimpin politisi bisa saya sebutkan bpk Ahmed era SPSI, kemudian bpk Loby Widarbo dan baru saja bpk Dono Raharjo. silakan menilai bagaimana serikat dibawa ke partai politik atau setidaknya sebagai kendaraan politik atau menjadikannya jargon politik ? apa hasilnya ? era kepemimpinan elitis jarang sekali turba menemui grass root basis masa sebenarnya dilorong2 pabrik kecuali ketika akan minta hak suaranya.

2. Politik membutakan nurani
Berapa banyak jargon partai politik menjadikan “wong cilik” sebagai bagian dari perjuangan mereka toh apa hasilnya selain suara kita yang diminta ketika pemilihan suara. (?) “persepsi” saya atau bahkan persepsi banyak orang “masih percaya partai politik?”

3. Politik membenturkan kepentingan
Berapa banyak kepentingan ada disana, mau menitipkan nasib kita kepada politisi? mau mempengaruhi Kebijakkan mereka? mau meminta menyuarakan agenda kita? ahhh hebat benar politisi ini menampung sekian banyak kepentingan hingga menjadi “Superman” menyelesaikan semua permasalahan.

Saya tidak menyangkal serikat berpolitik baik akan tetapi akan lebih baik tidak berpolitik, berserikat saja “kether” ditambah lagi berpolitik. (?) sebenarnya tanpa kita sadari pengurus serikat adalah para politisi ulung dimedan juang, bersama disana ada asa disana ada harapan!

bisa “diwedhar” didiskusikan monggo, menurut panjenengan (?)

salam DPS

Jelang Mogok Nasional, Aksi Penolakan PP Pengupahan Terus Bergulir Di Daerah

KSPI, KAU – 02/11/2015 Kaum buruh terus bergerak melakukan aksi di daerah-daerah mulai hari ini sampai 2 minggu kedepan di Batam, Aceh, Sumut, Lampung serta puluhan ribu buruh se-Jatim di kantor Gubernur, Serang, Bogor Dsb. Sedangkan puluhan ribu buruh Se-Jabotabek kembali akan melakukan aksi di Istana Presiden pada 10-11 November bersama mahasiswa menyuarakan melawan kebijakan kapitalis dan liberal pemerintahan Jokowi-JK.

Dalam aksi nanti, yang menjadi tuntutan buruh ialah dalam kebijakan pengupahan dengan cara menolak Formula baru kenaikan upah minimum yakni Inflasi+PDB, cabut PP no 78/2015 tentang upah, dan naikan upah minimum 2016 sekitar Rp 500 ribuan.

Selain itu, buruh juga menolak jargon pemerintah yang selalu mengatakan “setiap tahun upah naik” dan “formula upah baru memberikan KEPASTIAN”, alasan buruh menolak :

1. Jargon setiap tahun upah buruh naik adalah pembodohan kepada rakyat dan buruh oleh Menaker (mungkin karena belum pernah jadi buruh, jadi menyerang psikologis buruh dengan seolah-olah melalui PP dan formula baru ini upah mulai ada kenaikan, sungguh pemikiran yang dangkal dari menaker) karena dari zaman orde baru pun upah sudah naik bahkan serikat buruh terlibat dalam proses penentuan besaran kenaikannya tapi sekarang peran serikat buruh diabaikan yang jelas-jelasnya melanggar UU nomor 13/2003 pasal 88.

Menaker sudah “keblinger” demi mempertahankan jabatannya dan tunduk pada “kerakusan pengusaha/ Apindo.”

2. Jargon bahwa formula ini memberikan kepastian sungguh sudah “menina bobokan” sebagian kecil kalangan yang tidak pernah merasakan pedihnya ditengah bulan kehabisan uang untuk membeli susu anaknya, berhutang untuk sekedar membayar biaya pendidikan,diusir oleh pemilik kontrakan karena akhir bulan tidak bisa membayar, ter-phk tanpa terprediksi karena status pekerja kontrak/outsourcing dll (karena ditengah bulan gaji sudah habis akibat kebijakan upah murah selama ini) dan “menyenangkan hati” pengusaha hitam dan Apindo yang dari sepuluh tahun yang lalu disuarakan Sofyan Wanandi tentang upah murah.

Mari kita hitung tahun 2016 buruh Jakarta menerima upah Rp 3,1 juta (kurang dari US $240/bulan) setara dengan 8 hari biaya makan pekerja asing di Jakarta, sekali lagi hanya untuk makan (sehari makan 2 kali dengan biaya Perhari makan siang dan malam US $30).

Bandingkan biaya riil yang harus dikeluarkan buruh Jakarta perbulan untuk makan Rp 1,2 juta/bulan (makan perhari di warteg pagi Rp 10 ribu,siang Rp 15 ribu dan malam Rp 15 ribu dikali 30 hari=Rp 1,2 juta/bulanl),ongkos transportasi Rp750 ribu/bulan,biaya sewa rumah Rp 700 ribu/bulan,jadi total biaya pasti dikeluarkan buruh Rp 2,65 juta/bulan dan sisa ditangan buruh Rp 450 ribu/bulan untuk beli baju,jajan anak,sepatu,iuran RT, biaya sekolah dll, apakah bisa hidup dengan Rp 450 ribu/bulan di jakarta? (Ingat data menunjukan 70%-85% buruh adalah penerima upah minimum), apakah demi mengejar slogan”KEPASTIAN” maka kita melupakan kesejahteraan? Apakah demi menyenangkan investor atas nama mengejar pertumbuhan ekonomi maka buruh kembali dikorbankan dimiskinkan secara struktural?.

Mari lihat berapa upah minimum di beberapa negara ASEAN (bandingkan dengan upah minimum Jakarta 2016 Rp 3,1 juta),Manila Rp 4,5 juta, Bangkok Rp 3,6 juta, Tiongkok Rp 3,9 juta, Kuala Lumpur Rp 3,4 juta. Lalu buruh Indonesia diminta bersaing dengan upah murah itu? Dimanakah hati Presiden Jokowi dan Wapres JK?.

Oleh karena itu, buruh meminta dicabutnya PP 78/2015 dan bangun dialog Tripartit untuk merumuskan upah layak dan meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja, sebelum mogok nasional selama 1 minggu yang melibatkan 5 juta buruh di 20 provinsi dan 200 kab/kota.

Besok, ribuan buruh akan melakukan aksi di Serang, Banten, serta di Kabupaten Bogor ,Jawa Barat. Dan pada tanggal 4 November 2015, buruh di Medan dan Surabaya juga akan melakukan aksi unjuk rasa.

Terima Kasih

Said Iqbal
Presiden KSPI

Soal Aksi Mogok Nasional, Ini Pernyataan Sikap Presiden KSPI

KSPI, KAU – 01/11/2015 Buruh akan terus menggelar aksi besar-besaran diseluruh Indonesia dan akan melakukan Mogok Nasional serempak di 25 propinsi dan 200 kab/kota dengan 5 juta orang buruh akan ikut mogok nasional tersebut pada 18- 20 November 2015.

Mogok Nasional akan dilakukan dengan menghentikan proses produksi diseluruh kawasan industri dan di Bursa Efek Indonesia bahkan buruh pelabuhan, bandara dan jalan tol akan bergabung dalam aksi masif ini, kebrutalan dan kekerasan polisi terhadap buruh dalam aksi 30 Oktober lalu di Istana makin memperkuat solidaritas buruh dan tidak akan takut terhadap kekerasan polisi yang selalu mengatasnamakan negara dan hukum.

Apakah menghancurkan mobil-mobil milik buruh dibenarkan? bahkan menganiaya buruh seperti binatang apakah dibenarkan atas nama negara hukum (rechstat) ini? atau sesungguhnya pemerintahan Jokowi-JK sedang memainkan peran arogansi kekuasaan atas nama negara (machstat) yang tidak boleh dikritik dan membungkam suara buruh dan rakyat yang tidak sejalan dengan kebijakan ekonomi kapitalis seperti subsidi BBM dicabut yang mengakibatkan daya beli menurun 30%, harga barang naik dan negara tidak berdaya terhadap pasar, pekerja asing masif masuk, harga gas dan listrik yang mahal,ongkos transportasi yang mahal, buruh tidak lagi mempunyai kemampuan beli rumah tipe 21 bahkan program 1 juta rumah hanya retorika dan pencitraan.

Belum lagi, kini orang miskin makin bertambah,angka pengangguran meningkat, PHK dimana-mana, jaminan pensiun yang basa-basi hanya dapat Rp 300 ribu/bulan, petani makin miskin dan kehilangan tanahnya meningkat, kebakaran asap yang berlarut-larut tanpa dinyatakan bencana nasional hanya karena takut investasi asing perkebunan sawit akan kabur padahal puluhan ribu orang terkena dampaknya yaitu menurunnya pendapatan buruh kebun dan banyak buruh tidak masuk kerja karena pabrik meliburkan akibat bencana asap.

Apakah ini yang disebut pemerintahan pro rakyat?. Menurut buruh Jokowi-JK adalah penganut kapitalisme dan liberalis (terakhir ikut TPT) yang berkedok pro-rakyat dengan retorika revolusi mental dan nawacita serta blusukan yang penuh pencitraan.

Hal ini makin diperparah dengan APBN 2016 yang tidak pro rakyat dengan memberi subsidi PMN ke BUMN dan RUU pengampunan pajak bagi pengusaha (Anehnya buruh malah dikasih upah murah?).

Puncak dari liberalisasi kebijakan Jokowi-JK adalah negara mengendalikan kenaikan upah tanpa melibatkan negosiasi dengan serikat buruh atas nama penyelamatan ekonomi dan pernyataan bohong Sofyan Wanandi dan Apindo yang menyebut 300-600 ribu buruh ter-PHK (yang benar 40 ribuan dan yang potensi PHK sudah bekerja kembali sebelum adanya PP nomor 78/2015).

Padahal rupiah juga mulai membaik dan ada 16 perusahaan tekstil dan padat karya akan beroperasi dengan menyerap 121 ribu pekerja baru (sebelum ada PP nomor 78/2015) dan walaupun dibilang ekonomi melambat tapi masih tumbuh 4,6% berarti masih ada penyerapan lapangan kerja baru 1 juta orang,jadi kenapa harus buruh yang dikorbankan dengan kembali ke rezim upah murah,pemerintahan Jokowi-JK jauh lebih kejam dan lebih buruk dibanding orde baru dan pemerintahan SBY.

Buruh akan terus aksi besar-besaran menuntut :

1. Dicabutnya PP nomor 78/2015 tentang upah

2. Menolak formula kenaikan upah minimum yakni inflasi+PDB

3. Menuntut kenaikan upah minimum 2016 berkisar Rp 500 ribuan(kenaikan 25%)

4. Berlakukan upah minimum sektoral di seluruh kabupaten/kota dan provinsi dengan besaran kenaikan sebesar 10-25% dari ump/umk 2016

Karena yang dibutuhkan bukan hanya KEPASTIAN kenaikan upah (padahal upah murah) tapi KESEJAHTERAAN UPAH LAYAK dengan negosiasi tripartit di dewan pengupahan ( UU nomor 13/2003).

Buruh tidak takut dan akan terus melanjutkan aksinya walaupun menghadapi kebrutalan dan kekerasan polisi,sampai presiden Jokowi mencabut PP nomor 78/2015 dan duduk bersama tripartit merumuskan kembali kebijakan upah.

Apakah harus menunggu dulu ada buruh yang. meninggal akibat kekerasan polisi (mungkin juga preman bayaran?) ataupun di penjara,baru Presiden Jokowi mencabut PP tersebut ? semoga presiden Jokowi lebih bijak mau mendengar ratusan juta suara buruh dan keluarganya yang juga rakyatnya bukan seperti musuhnya yang dipukul dan dipenjara.

Terima Kasih

Said Iqbal
Presiden KSPI

Seberapa Kuatkah Dirimu (?)

Hari ke 20 (rongpuluh/ dua puluh) tantangan #NulisRandom2015 dari komunitas #NulisBukuComunity

image

ZowLow – 20/06/2015 Hari demi hari menapakkan jalan yang pasti detak jam berlalu tidak pernah kembali, dan sang waktu pasti dan pasti sekali lagi pasti tidak dapat diputar kembali. Putaran waktu sang massa tidak terasa betapa banyak jejak waktu telah usai kita jalani, betapa sang waktu begitu cepat berganti dan berlalu, sang waktulah yang merubah segalanya, sang waktulah tonggak tonggak sejarah tercipta, sejarah peradaban ataupun sejarah kelam begitu sang waktu hadirkan tapak sejarah kehidupan.

Merenda kehidupan demi sang waktu (?) betapa banyak waktu hilang sia sia (?) demi waktu sesungguhnya manusia dalam kerugian kecuali orang orang yang beramal sholeh dan saling menginggatkan dalam kebaikkan. Sang waktu akan tetap berjalan, sang waktu akan tetap dalam ritme sang pencipta kehidupan, seberapa tangguh, seberapa kuat orang akan melawan sang waktu (?)

Betapa banyak orang dengan mati-matian mempertahankan pangkat dan jabatan akan tetap tidak bisa melawan waktu, bolehlah anda saat ini memegang manager perusahaan dengan kekuasaan seperti tanpa batas bisa memutuskan “pintu rejeki” seseorang dengan dalih mutasi, indisipliner atau apapun dan sang waktulah yang menjawab (?) era tahun kayu era keterbukaan era becik ketitik olo ketoro, suro diro lebur dening pangastuti.

Ribuan buruh bahkan jutaan buruh terdidik untuk melawan hegemonimu dalam kapitalisme, kini saatnya untuk menolak semua jenis keserakahan kapitalisme, kekuatan kami satu solidaritas bukan yang lain, dan sang waktulah yang akan menggulingkanmu kapitalis, saatnya para prolaterat memegang kekuasaan, pergilah para pengemis jabatan enyahlah para penjilat pantat atasan, hadirlah kekuatan buruh yang dipersatukan.

Waktu ya hanya soal waktu saja, dan saat itu anda akan balik mendukungku tapi waktu sudah berlalu, sudah tidak ada waktu lagi untukmu, engkau harus pergi dan digantikanlah sang waktu, seberapa kuat, seberapa hebat kau melawan waktu (?)

salam DPS