Oleh Oleh Silaturahmi

Dalam sebuah acara silaturahmi, beberapa cucu dari 9 orang anak menjumpai eyangnya yg ada di desa.

Mereka menceritakan kisah sukses masing-masing.
Ada yang menjadi direktur BUMN, ada yang menjadi direktur Bank, ada yg menjadi pengusaha sukses, Boz Toko, Juragan Pertanian, dokter, arsitek, pengacara, konsultan, guru, ASN, dll.

Melihat para cucu-cucu tersebut ramai-ramai membicarakan kesuksesan mereka, eyang tsb segera ke dapur kemudian mengambil seteko kopi panas dan beberapa cangkir kopi yang berbeda-beda. ‎Mulai dari cangkir yang terbuat dari kristal, kaca, Tupperware, melamin dan plastik.

_“Sudah, sudah.. Ngobrolnya berhenti dulu. Ini Eyang sudah siapkan kopi buat kalian,”_ seru sang eyang memecah keasyikan obrolan mereka.

Hampir serempak, mereka kemudian berebut cangkir terbaik yang bisa mereka dapat.
Akhirnya, di meja yang tersisa hanya satu buah cangkir plastik yang paling jelek.

Lantas, setelah semua mendapatkan cangkirnya, sang eyang pun mulai menuangi cangkir itu dengan kopi panas dari teko yang telah disiapkannya.

_“Mari, silakan diminum,”_ ajak sang eyang, yang kemudian ikut mengisi kopi dan meminum dari cangkir terakhir yang paling jelek.

_“Bagaimana rasanya? Nikmat kan? Ini dari kopi hasil kebun eyang sendiri.”_

_“Wah, enak sekali eyang.. Ini kopi paling sedap yang pernah saya minum,”_ timpal salah satu cucu yang langsung diiyakan oleh saudara-saudara yang lain.

_“Nah, kopinya enak ya? Tapi, apakah kalian tadi memperhatikan. Kalian hampir saja berebut untuk memilih cangkir yang paling bagus hingga hanya menyisakan satu cangkir paling jelek ini?”_ tanya sang eyang.

Cucu-cucunya dari 9 anaknya yang menyebar di berbagai kota itu pun saling berpandangan.

_”Perhatikanlah, bahwa kalian semua memilih cangkir yg bagus dan kini yg tersisa hanyalah cangkir yg murah dan tidak menarik._

_Memilih hal yg terbaik adalah wajar dan manusiawi. Namun persoalannya, ketika kalian tidak mendapatkan cangkir yg bagus perasaan kalian mulai terganggu._
_Kalian secara otomatis melihat cangkir yg dipegang orang lain dan mulai membandingkannya._

_Pikiran kalian terfokus pada cangkir, padahal yg kalian nikmati bukanlah cangkirnya melainkan kopinya.‎_

_Hidup kita, baik kehidupan dunia maupun kehidupan ibadah, seperti kopi dalam analogi tsb di atas, sedangkan cangkirnya adalah sarana, pekerjaan, jabatan, atau harta benda yg kita miliki.”_

Semua cucunya tertegun mendengar penjelasan dari sang eyang.
Penjelasan dari sang eyang telah menyentak kesadaran mereka.

_”Cucu-cucuku tercinta…”_
lanjut sang eyang.

_”Jangan pernah membiarkan cangkir mempengaruhi kopi yg kita nikmati._
_Cangkir bukanlah yg utama, kualitas kopi itulah yg terpenting._

_Jangan berpikir bahwa kekayaan yg melimpah, sarana yg mewah, karier yg bagus dan pekerjaan yg mapan merupakan jaminan kebahagian hidup dan kenikmatan dlm beribadah._
_Itu konsep yg sangat keliru._

_*Kualitas hidup dan ibadah kita ditentukan oleh “Apa yg ada di dalam” bukan “Apa yg kelihatan dari luar.*”_

_Status, pangkat, kedudukan, jabatan, kekayaan, kesuksesan, popularitas, adalah sebuah predikat yang disandang._
_Tak salah jika kita mengejarnya._
_Tak salah pula bila kita ingin memilikinya._

_Namun, semua itu hanya sarana._
_Sarana hanya bermanfaat apabila bisa mengantarkan kita pada tujuan._

_Apa gunanya memiliki segala sarana, namun tidak pernah merasakan kedamaian,_ _ketenteraman,_ _ketenangan, dan kebahagian sejati di dalam kehidupan kita?_

_Itu sangat menyedihkan._
_Karena hal itu sama seperti kita menikmati kopi kualitas buruk yg disajikan di sebuah cangkir kristal yg mewah dan mahal…”_

_Kunci menikmati kopi bukanlah seberapa bagus cangkirnya, tetapi seberapa bagus kualitas kopinya…”_

*”Nikmati lah kopinya, Bukan Cangkir nya”*

*******
Selamat menikmati secangkir kopi kehidupan…

Saudara/i, Dulur, Sobat, Sahabat tercinta..

Iklan

Lek Jo Diujung Jalan Itu…

Walau bukan pendo’a malam ini lek Jo masih melekan
Masih dalam lorong dan deru mesin2 pabrik untuk sebuah mimpi dan harapan
Harapan dan impian masa depan untuk diri, keluarga dan anak2nya
Terbebas kungkungan kerja kerja yang tak membuatnya kaya

Separuh umurnya telah ia jalani dipabrik itu
Pengabdian seperti apa lagi mesti ia lakukan sampai menjelang usia pensiunnya
Tiada dekapan dari sang ayah dan ibu yang sekian lama membesarkannya
Dari semangat dan ketulusan serta keiklasan

Lek Jo diujung jalan itu bercerita…
Ya… diujung jalan itu sawah bapaknya sudah menjadi pabrik
Dan lek Jo menjadi kuli buruh disana bekas sawah orang tuanya
Menjaga sawah yang sekarang bukan miliknya
Ah sudahlah mengapa menyesalkan yang sudah terjadi keluh lek Jo kepadaku

Lek Jo pekerja kontrak dipabrik itu
Yang sewaktu2 bisa saja kena PHK
Belum lagi upahnya sekedar UMK
Status hubungan kerja seperti itu mesti ia jalani sampai menjelang usia senja

Biasanya bulan2 seperti ini banyak politisi datang menghampiri
Memberikan janji2 dan jalan untuk bermimpi
Lek Jo berkisah para politisi sudah tidak lagi kesini
Mereka sibuk dengan para pemodal jangan sampai kalah para bandar

Ahhh desah Lek Jo semakin dalam sedalam hisapan rokok ditangan kirinya
Mimpi2 lek Jo belum juga terbeli dengan berbagai janji para politisi
Sederhana saja mimpi lek Jo malam ini
Dibelinya kembali sawah milik orang tuanya diujung jalan itu
Dan kembali bercocok tanam bersama anak dan Istri

Ispirisasi SORJA 09 April 2018
Salam Dab Penyo Supriyanto

“Lollipop Super Ngetop”

Kota Ciu, 21/12/17 Alkisah sang super ngetop “Lollipop Super Ngetop” pejabat teras sebuah perusahaan skala besar di Lereng Gunung Lawu, gagah tampan dengan banyak fasilitas yang dia terima. Top manager kelas atas siapa saja tunduk dan hormat. Ucapan adalah kebenarannya , perintah adalah titahnya. pokoknya berkuasalah dia.

Mengapa juga ngomongin ini ya? ah sudahlah… saya hanya berfikir banyak sekali orang mengagung-agungkan jabatan dengan banyak fasilitas disana tapi toh tetap buruh juga hahaha. sejatinya mereka sama masih ikut orang dan dipergunakan ketika masih memberi kontribusi ke perusahaan. sstelah berhenti twing… engkau bukan siapa siapa hahaha. masih akan mengagungkan jabatanmu?

Jabatan tinggi menuntut kontribusi yang lebih demi keberlangsungan usaha perusahaan jangka panjang , bukan untuk dipamerkan bahkan petatang penteteng kesana kemari gak karuan, gak ngerti tugas yang diemban sok kuasa sok ngerti “Yang Maha Tahu” hahaha

Jabatan itu singkat bung!!! Jika anda salah dalam bersikap maka ketika anda memasuki masa pensiun anda tidak dianggap oleh mantan anak buah anda bahkan dilingkungan kerja anda. Bahkan saat masih aktifpun bisa jadi ditempat kerja hormat namun diluar kerja sama sama manusia dewasa dan merdeka siapalah kamu, apalah kamu sama dengan anak buahmu cuk apalah kamu… hahaha

Perluas relationship , jaringan kerja , persahabatan mungkin akan membantu kerja kerja sosial anda. Beri kesempatan anak buah berkembang sehingga saatnya memegang kendali kelanjutan management supaya akan dikenang dengan kebaikkan atau memang kau seorang lollipop super ngetop yang pecundang.

salam DPS

Saatnya Buruh Belajar Menulis

Kota Ciu, 17/10/2017 Dalam beberapa kali kesempatan sering kali saya menyampaikan seandainya Columbus tidak menuliskan tentang benua Amerika tidak seorangpun tahu siapa penemu benua Amerika dan tak seorangpun tahu seseorang bernama Columbus.

Ada lagi sebuah quote yang sangat menginspirasi : “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah, menulis adalah bekerja untuk keabadian” _ Pramudya Ananta Tour

Dari keduanya Columbus dan Pramudya Ananta Tour bisa kita ambil hikmah apa arti dari sebuah kepenulisan. Inilah contoh realitas bagaimana perjuangan kaum buruh yang selama ini terkukung dalam sebuah teriakan lantang dijalanan.

Bagaimana sebuah kekuatan luar biasa akan tetapi hanya disuarakan dijalanan, tidakkah ada cara lain agar suara kita terdengar? ini hanya sebuah metode bagaimana kita menyampaikan pesan-pesan yang kita kehendaki, bisa jadi kita teriak dijalanan dengan aksi demo menyampaikan pendapat, atau dengan dukung mendukung calon anggota parlemen.

Berbicara tentang media perjuangan dengan methode kepenulisan bisa jadi mengalahkan sebilah pedang dimedan juang, banyak karya tulis baik berupa puisi, prosa, kajian atau dalam bentuk sebuah literature modern dapat mengguncangkan sebuah peradaban.

Pesan yang akan saya sampaikan kepada kaum pergerakan buruh mulailah dengan perjuangan anda dengan menulis, bagaimana stakeholder mengerti tanpa anda tuliskan dan suarakan? Bagaimana anda bisa membuat sebuah tuntutan tanpa anda tuliskan? Kadang kala suara kurang pas untuk melengkapi sebuah data tanpa sebuah tulisan.

Media massa yang berpotensi sebagai pilar demokrasi pun tidak bisa kita harapkan bisa menjadi media corong perjuangan , mereka telah menjadi industri media yang telah dikuasai konglamerasi, coba lihat bagaimana media massa bisa mempelintir sebuah berita demi kepentingan sang tuannya.

Kaum buruh sudah semestinya mempunyai media perjuangan sendiri mulai dari media koran, media online, media radio, media televisi Dan sayangnya baru sebagian kecil saja dari kaum buruh mau dan meyempatkan diri untuk menuliskan atau memberitakan perjuangannya melalui medianya sendiri.

Mulailah menulis karena dengan menulis kita akan meninggalkan jejak, dan karena jejak-jejak kita akan meninggalkan sejarah dan sejarah perjuangan itu ada pada pundak-pundak kita saat ini.

Oleh : Eko Supriyanto – Wakil Ketua DPD FSP KEP KSPI Propinsi Jawa Tengah. HP. 085742326112

Apa Kabar Survey KHL (?)


Kota Ciu, 14/08/17 Medio bulan Agustus biasanya kita disibukkan dengan menghitung berapa KHL untuk menghitung berapa UMK tahun depan sambil menunggu berapa hasil survey bulan September.

Semenjak PP 78/2015 tentang pengupahan disyahkan sampai saat ini “berisik” tentang pengupahan sepertinya menjadi lebih tenang tidak ada pergerakkan sama sekali.

PP sialan itu telah membungkam gerakan buruh diberbagai daerah dengan dalih stabilitas dan lain sebagainya yang intinya kenaikkan upah dipangkas tidak melebihi inflasi & pertumbuhan ekonomi.

Apa kabar survey KHL (?) sekiranya kita menyadari sebenarnya kebutuhan hidup layak yang selalu digembor2kan apakah sudah mencukupi (?)

Secara real kenaikkan upah setiap tahunnya apa sudah bisa menutup atau sebanding dengan kenaikkan inflasi (?) Sejatinya upah yang kita terima turun, karena daya beli kita juga turun. Bukan masalah berapa besar kenaikkan upah kita akan tetapi bagaimana daya beli kita meningkat.

Kenaikkan TDL, Kenaikkan BBM, Kenaikkan pajak kendaraan, otomatis semua barang & jasa juga meningkat dan apakah semua itu diimbangi dengan kenaikkan upah sehingga daya beli kita meningkat (?)

ASUdahlah ternyata kita hanya berdiam diri disini menunggu pimpinan serikat berjuang, menunggu belas kasihan perusahaan atau jatuhnya “endok blorok” dari langit.

Bagaimana perjuangan serikatmu (?)

Salam DPS

Jambore Nasional Komando Pasukan KEP


Mojokerto, 12/08/17  Dalam rangka meningkatkan mentalitas, kedisiplinan dan jiwa patriotis

untuk mengoptimalisasi kemandirian organisasi Dewan Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan Minyak Gas Bumi Dan Umum mengadakan jambore nasional Komando pasukan KEP / KOPASKEP.

Demikian disampaikan Sunandar, SH ketua umum DPP FSP KEP dalam sambutan pembukaan Jabore Nasional KOPASKEP.

Disampaikan juga oleh Sunandar,  SH, KOPASKEP Sebagai representasi gerakan buruh dari seluruh Indonesia peleburan Barisan Bela Buruh, Green Force, Laskar Independence, Laskar Pekerja dan meleburkan diri menjadi wadah KOPASKEP, wadah underbow organisasi harus mengawal semua kegiatan organisasi.

Sebagai momen lahirnya satu wadah organisasi maka pada kesempatan ini diadakan Jambore Nasional ke-1 di Batalyon Infanteri para raider 503 Mojokerto.

Dengan harapan dan impian kedepan semoga organisasi FSP KEP KSPI kedepan akan dapat mengawal dan membesarkan organisasi dengan semangat dan semboyan cerdas, militan, bertanggungjawab.

salam DPS.

Pendidikan Gratis, Tolak Kenaikkan Tarif Dasar Listrik dan Peningkatan Pelayanan BPJS

#seiring dengan kebijakan pemerintah dengan pengelolaan SMK dan SMU oleh pemerintah propinsi menjadikan kecemasan dan kekawatiran masyarakat khususnya kaum buruh di Kabupaten Karanganyar. Pendidikan gratis yang selama ini menjadi program pemerintah Kabupaten Karanganyar dikawatirkan dihapus.

Pendidikan gratis yang selama ini telah membantu mengurangi biaya pengeluaran dari penghasilan mereka dari Upah Minimum Kabupaten/ UMK yang dirasa masih kurang akan semakin membebani kaum buruh dan masyarakat. Sebagai warga Negara masyarakat dan kaum buruh telah taat membayar pajak dan menjalankan undang undang berhak mendapatkan pendidikan gratis dan jaminan sosial. Negara telah mengamanatkan 20% APBN / APBD untuk pendidikan dan juga pendidikan dasar 12 (dua belas) tahun sehingga harus ada terobosan-terobosan untuk menjalankan amanat konstitusi tersebut.

Oleh karenanya Forum Komunikasi Serikat Buruh Karanganyar mendorong kepada pemerintah Kabupaten Karanganyar untuk mengambil langkah langkah yang dipandang perlu untuk mencari solusi karena pendidikan merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat.

#Jangankan membuat kebijakkan yang peduli kepada rakyat dan buruh tentang penghapusan outsourcing dan pemagangan atau jaminan Sosial : jaminan kesehatan gratis untuk seluruh rakyat dan jaminan pensiun untuk buruh sama dengan PNS/TNI/Polri – Tolak Upah Murah: cabut PP 78/2015, malah pemerintah membuat kebijakan yang semakin memberatkan kehidupan buruh dan masyarakat kecil dengan memberikan kado terpahit berupa kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) 900 VA.

Forum Komunikasi Serikat Buruh Kabupaten Karanganyar berpendapat, dengan kenaikan TDL ini, beban hidup di masyarakat makin bertambah. Terlebih lagi, sebelumnya, Pemerintah menekan daya beli buruh dan rakyat kecil dengan terlebih dahulu membatasi jumlah pasokan BBM jenis premium.

“Akibatnya, para buruh yang kebanyakan menggunakan sepeda motor (pengguna sepeda motor di Indonesia mencapai 86 juta orang) mau tidak mau harus membeli Pertalite atau Petromax yang notabene harganya terus meroket”

Lebih lanjut kebijakan Pemerintah menaikkan harga tarif dasar listrik 900 VA dan membatasi keberadaan premium menyebabkan daya beli buruh turun 20 persen. Hal ini, karena, salah satu dari 60 item kebutuhan hidup layak (sebagai dasar kenaikan upah minimum) adalah item harga listrik 900 VA tersebut.

“Bayangkan, kenaikan upah minimum dalam satu tahun hanya sekali, tapi kenaikan TDL 900 VA dan harga-harga kebutuhan pokok lain terjadi beberapa kali dalam satu tahun. Itu pun besarnya kenaikan upah minimum sangat kecil sekali dibandingkan kebutuhan real, itu sama artinya membunuh secara perlahan kaum buruh.”

#Jaminan kesehatan yang selama ini diterima dirasa masih kurang, masalah profesionalisme dan Kualitas Pelayanan JKN, BPJS Kesehatan dan Fasiltas Kesehatan/Rumah Sakit Untuk Seluruh Rakyat Indonesia juga dipandang masih sangat buruk dan harus terus diperjuangkan bersama seluruh rakyat agar seluruh pasien BPJS Kesehatan mendapat pelayanan yang baik.

“Seperti halnya pasien umum yang membayar cash, lebih-lebih peserta BPJS Kesehatan yang iurannya telah dibayar oleh perusahaan dan peserta telah dibayar dimuka sebelum sakit,”

Saat ini kepesertaan BPJS Kesehatan dari unsur pekerja/buruh formal swasta dan BUMN masih rendah. Pada akhir Februari 2017, jumlah peserta BPJS Kesehatan dari kelompok pekerja hanya 10 juta orang, jauh lebih kecil dari jumlah pekerja formal yang mencapai 39 juta orang. Jika semakin banyak pekerja swasta dan BUMN yang menjadi peserta BPJS Kesehatan maka iuran yang diterima BPJS Kesehatan akan meningkat, sehingga mampu membiayai klaim rumah sakit, membayar kapitasi dan berbagai kegiatan operasionalnya. Dampaknya layanan kesehatan yang diterima pekerja dan keluarganya akan lebih baik. Berbagai masalah seperti pasien terpaksa membeli obat sendiri, kesulitan mendapatkan ruang perawatan hingga ICU, waktu menunggu operasi yang lama, pasien dipaksa pulang dalam kondisi tidak sadar, dan lain-lain akan berkurang.

Oleh karena itu, Forum Komunikasi Serikat Buruh Kabupaten Karanganyar yang didalamnya bergabung berbagai elemen Serikat Buruh di Kabupaten Karanganyar bersikap :

  1. Mendesak kepada pemerintah Daerah Kabupaten Karanganyar dan Propinsi Jawa Tengah untuk tetap menjalankan Pendidikan Gratis dari SD, SMP, SMU dan yang sederajat.
  2. FKSBK dan buruh Indonesia mendesak Presiden Jokowi menggunakan kewenangannya untuk membatalkan kenaikan harga tarif dasar listrik, diiringi menambah jumlah pasokan BBM jenis premium, Mendesak dibentuk tim audit investigasi dan forensik oleh BPK terhadap PLN yang mengklaim selalu merugi dan dengan seenaknya menaikkan harga listrik yang semakin menyusahkan kaum buruh dan rakyat kecil, mendesak DPR RI untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) listrik dengan menggunakan hak angket untuk memanggil Presiden guna menanyakan kebijakan kenaikan TDL yang memberatkan buruh dan rakyat kecil.
  3. Perbaiki Profesionalisme dan Kualitas Pelayanan JKN, BPJS Kesehatan dan Fasiltas Kesehatan/Rumah Sakit Untuk Seluruh Rakyat Indonesia dan Tegakkan Hukum Perburuhan di Kabupaten Karanganyar untuk melindungi kaum buruh yang semakin rentan posisinya.

Korlap.
1. Eko Supriyanto HP. 085742326112
2. Murjioko HP. 081548511709