Tips Tahan Lama Diatas Ranjang Meskipun Usia Diatas 50 Tahun

Wajib dibaca untuk akttifitas diatas Ranjang bagi teman – teman yang usianya telah melebihi 50 Tahun keatas.

Tips : 

  1. Pastikan suhu ruangan cukup nyaman (suhu 20°C.
  2. Gunakan Bahan Seprei & Sarung bantal guling yg Lembut & pastikan Menggantinya selama 3 hari Sekali Sehingga Terjaga Kebersihannya.
  3. Jika Anda Suka, boleh Gunakan Pengharum Ruangan atau Aroma Therapy yg Lembut.
  4. Letakkan Kebutuhan Penting anda Seperti Air Minum, Camilan, Buah atau Buku dan alat tulis serta handphone & Remote AC di meja Dekat Ranjang Sehingga Mudah mengambilnya tanpa Turun dari Ranjang.
  5. Jika Anda Suka Nonton TV, Maka Letakkan TV di depan Ranjang & Pastikan Remotenya dalam Jangkauan Sehingga Anda tak Perlu turun dari Ranjang.
  6. Jika Anda Lakukan semua Persiapan di atas maka Anda bisa Berjam-Jam di atas Ranjang dengan Nyaman.

Jangan Berharap Cerita yg Aneh2….. Karena yg Posting ini Orang Baik2 😁😁

Jangan Lupa Sruput Kopinya

Mutiara Nasehat : Aib

Dari semua alasan kita menarik seseorang ke dalam hidup kita, janganlah salah satunya, untuk mengkhazanahi aib aibnya…

Karena tiap orang beriman tetaplah rembulan, yang kala putar dan kala edarnya terjadwal bumi sama serupa.

Maka ia memiliki disisa kelam, yang tak pernah ingin ditampakkanya pada siapapun…

Sehingga cukuplah bagi kita memandang sang rembulan, pada sisi cantik yang menghadap ke mayapada…

Tentu tanpa kehilangan semangat untuk selalu berbagi dan sesekali merasai gelapnya sesal dan hangatnya nasehat… sebagaimana sang rembulan yang kadang harus menggerhanai matahari.

“Lek Jo Nyunah”

lek Jo pemuda tanggung dari kampung “ndeso” bukan, “kutho” juga bukan, walah pokoke gaul-lah, supel, ora isinan, cekelane gadget terbaru gres dibayar lunas tunai bukan kreditan.

bukan pitenah juga bukan gosip lek Jo yang sangat rajin sembahyang berjamaah dimasjid dekat rumahnya, hari hari terakhir lek Jo lebih rajin nyunah meniru apa2 yang sudah dicontohkan Rosulullah weslah joss tenan saiki lek Jo.

Lek Jo sekarang memanjangkan rambut jenggotnya bukan jenglot hlo ya (?) namun lek Jo tetap tawaduk tidak mengkafirkan yang tidak sepaham dengan nya.

Lek Jo sekarang cingkrang walau tetap sarungan diatas polok (mata kali) nya namun lek Jo tetap rendah hati tidak membid’ahkan yang tidak sepaham dengan nya.

Lek Jo dahi nya menghitam bukan hitam karena gosokan benda tumpul karena jidatnya agak lancip jadilah ketika sujud membentur sajadah menghitamlah jidatnya namun lek Jo tetap bersama kawan2 nya tanpa harus menyesat2kannya.

Lek Jo tetap bersholawat dan bertawasul, yasinan dan tahlilan jalan terus, kerendahan hati lek Jo lah orang menilai.

Lek Jo bukan panitia akhirat yang tugasnya menilai si fulan di neraka si fulan di surga.

Lek Jo bukanlah suatu kaum yang selalu menyibukkan diri dengan menilai  dan mengetahui perihal orang lain.

Demi umurnya, seharusnya lek Jo lebih mengetahui tentang dirinya daripada orang lain.

salam hangat lek Jo yang ahlul sunah, semoga kita selalu dalam lindungan Allah ﷻ

salam DPS

Hidup Tak SeTeguh Super Mario

sahabat saya yang baik hatinya, hidup memang penuh dengan cobaan dan rintangan, penuh dengan dinamika kadang diatas kadang dibawah.

sahabat saya, hidup memang tidak semulus batok kepala sahabat super mario kadang ada lingso kadang ada tumo disana.

sahabat saya, buih kehidupan penuh lika dan liku tidak semunthuk sahabat super mario kadang buih disudut bibir kadang diujung gigi.

sahabat saya, hidup memang tidak mudah tidak semudah conthong sahabat super mario karena ligika kita lebih mudah nyothong daripada mempraktekkannya.

sahabat saya, tidak mudah menjadi manusia super mario akan tetapi jadilah manusia dirimu sendiri bukan manusia super mario yang digambarkan menyundhul tembok untuk mencari koin dan bendera.

ikhlaslah menjadi dirimu sendiri bukan yang lain, bukan superman, superwomen, BE YOURSELF, Hidup Memang Tidak SeTeguh Super Mario.

salam super dari DPS bukan dari Si-Super-Mario.

Trending Topic : All About MUKIDI

​Heboh tentang cerita Mukidi inilah beberapa ceritanya chekidot :    

1.*Liburan ke Singapura*

Mukidi sedang ketiban rejeki dapat bonus jalan-jalan ke Singapura dan menginap di hotel bintang 5. 

Saat menikmati tontonan TV di kamar, dia melihat ada tikus lewat.

Dia mau komplain tapi nggak tau cara ngomongnya dalam bahasa Inggris. 

Karena tikus masih lewat, akhirnya dia nekad menelpon resepsionis, begini percakapannya :

Mukidi: “Sir, do you know Tom and Jerry?”

Resepsionis: “Yes I know, why sir?”

Mukidi: “Jerry is here…!!!”

2.PASTOR YG BIJAK

Seorang wanita cantik di pesawat minta tolong ke seorang Pastor di sebelahnya: 

“Pastor … Bolehkah saya meminta tolong ???”

*Pastor: “Dengan senang hati… bu”

*Wanita: “Saya mohon Hair Dryer yang baru saya beli diumpetin dalam jubah Pastor supaya tidak kena cukai”.

*Pastor: “Dengan senang hati bu… tapi harus kah saya berbohong ?”

*Wanita: “Saya yakin tidak akan ada yg berani tanya sama Pastor”.

Di Kantor Bea Cukai Petugas bertanya: “Pastor, apakah ada sesuatu yg mau dideclare?”

*Pastor: “Dari kepala ke pinggang saya tidak bawa apa² Pak…, tetapi dari pinggang ke kaki, saya bawa sesuatu yang disukai wanita… dan belum pernah digunakan”.

Petugas tersenyum: “Tuhan memberkatimu, Pastor……”             􂜌🏼romo…

3.*Kabar terakhir, Mukidi sdh mati di arab*

Mukidi lagi melancong ke Arab, seperti orang Indonesia yang lainnya ia juga ikut tour naik onta.🐫 Tapi onta di Arab tidak seperti onta di Indonesia, ketika Mukidi bilang : 

“Duduk” onta langsung duduk.

Namun lain kejadiannya, onta di Arab, walaupun Mukidi sudah bilang :

“Duduk, sit..sit, jongkok, diuk” …. 

sang onta tetap berdiri, dan akibatnya mukidi tidak bisa naik.

Pawang Onta (PO) : “Bilang Assalamualaikum, baru onta duduk”

Mukidi : “Asalamualaikum” langsung onta duduk, Mukidi naik, onta langsung berdiri lagi..

Mukidi : “Jalan.. jalan..” onta tetap diam. Dipukul pukul punggungnya, onta tetap tidak mau jalan.

PO :”Bilang Bismillah ” 

Mukidi : “Bismillah”

Onta jalan, Mukidi senang jalan naik onta dengan Pawang Onta berjalan di sampingnya.

Tak lama kemudian Mukidi bertanya : “Pawang.. gimana cara nyuruh ontanya lari ya?”

PO : “Bilang aja Alhamdulilah”

Mukidi : “Alhamdulilah” … dan ontapun berlari. 

Mukidi senang sekali, 

saking senangnya Mukidi bilang lagi “Alhamdulilah..”, 

dan si onta berlari tambah kencang, dan si Pawang Onta makin ketinggalan.

Ketika Mukidi sudah jauh si Pawang Onta baru ingat, belum memberi tahu caranya onta berhenti …. 

Dari jauh PO berteriak :”Kalo mau berhenti bilang Innalillahi..” 

Karena sudah jauh Mukidi tidak mendengar..

Dan si onta terus berlari dengan kencang… sampai akhirnya di kejauhan Mukidi melihat di depan ada jurang yg sangat dalam.

Mukidi ketakutan, dan mencoba menghentikan onta : 

“Stop, stop, stoooop, stooop, oop, oop..!!”

Onta tetap berlari, jurang sudah terpampang di depan mata.

“Mati gue!”… kata Mukidi, tahu dia akan jatuh kejurang & mati.

Dalam kepanikannya dia berteriak :

“Innalillahi..!!” sambil memejamkan mata pasrah…

Ciuuuuut onta berhenti⛔ ,,,

dan ketika Mukidi membuka mata…. 

dia melihat persis di tepi jurang… Saking senangnya tidak jadi mati  Mukidi berteriak : “Alhamdullilah!”

PLUNG!!! …..

tamat. 😂😂😂MUKIDI WAFAT…

4.MUKIDI maneh. 

Suatu malam arwah Mukidi datang kerumah istrinya ;

Arwah Mukidi : TOK TOK TOK…

Istri : siapa diluar?

Arwah Mukidi : nih suami mu.

Istri : kok balik lagi kan udah mati.

Arwah Mukudi : aku mau bicara.

Istri : ga ah takut kan udah mati.

Arwah Mukidi: serius ini penting.

Istri : kalo udah mati, mati aja jangan ganggu aku lagi.

Arwah Mukidi : aku mau bicara biarpun cuma 1 menit .

Istri : (sambil buka pintu) mau bilang apa sih ?

Arwah Mukidi : CIYE CIYE CIYE JANDA NI’YEE…

ISTRI : DASAR SETAN GILA!!,,,,,😀😜

5.*MUKIDI Disebuah Toko….*

Mukidi : “Bang, jual kue cucur??”

Penjual : “Nggak jual kue cucur…!”  

Besoknya Mukidi dateng lagi…

Mukidi : “Ada kue cucur, bang..??”

Penjual : “Kaga ada..!!”

Besoknya Mukidi dateng lagi…

Mukidi : “Ada kue cucur bang..??”

Penjual : “Kaga adaaa..!!! Udah 3 kali lu nanya…!!! Besok lu nanya lagi gua iket pake tali terus gua paku lu… !!!!”

Mukidi mikir sebentar terus manggut.

Dan besoknya Mukidi dateng lagi..

Mukidi : “Bang, ada tali..?”

Penjual : “Nah gitu dong nanya yang laen…  Tapi gua nggak ada tali..”

Mukidi : “Kalo paku ada, bang..?”

Penjual : “Kaga ada juga..!”

Mukidi : “Oh syukur, deh..

Lega saya… Kue cucur-nya ada, Bang…????”

Penjual : (kejang-kejang)👊🏾👊🏾👊🏾👊🏾

6._* Crito Mukidi Maning !!!! _*

Masih tentang *ROKOK*

😄”TILANG?”😄

Polisi di tipu mukidi.

Polisi: “Stopppp!”

Mukidi: “Kok di setop Pak?”

Polisi: “Tolong keluarkan SIM, STNK dan KTP nya!”

Mukidi: “Maaf pak saya tidak punya, saya masih anak sekolah Pak…”

Polisi: “Saya tilang ya…!?”

Mukidi: “Sebentar pak, karena isi dompet anak sekolah nggak tebel, jadi kita damai saja pak…”

Polisi: “Memang kamu punya uang berapa buat damai….?”

Mukidi: “Saya belikan saja rokok Pak, supaya nggak mencolok. Tuh ada warung di seberang jalan…”

Polisi: ” Ya sudah… beliin Marlboro ya, tapi motornya tetap disini.”

Mukidi langsung nyebrang jalan menuju warung, kemudian beli rokok.

Mukidi: “Bang… saya disuruh ngambil rokok dulu sama pak polisi itu (sambil menunjuk Pak Polisi di seberang jalan).

Marlboro 4 bungkus!”

Tk.Warung: “Yang mana…? Jangan menipu lho…”

Mukidi: “Yang itu! Saya tanya dulu ya, biar jelas…” kemudian berteriak: “Pak…! Pak…! Yang ini ‘kan…?”

Polisi: “Yaaa siiippp…!”

Mukidi: “Tuh ‘kan… Nanti Pak Polisi itu yang bayar…!” langsung balik badan dan menyebrerang jalan.

Mukidi : “Nih Pak…” sambil menyodorkan dua bungkus Marlboro.

Polisi: “Hmm… jalan sana! Lain kali hati-hati ya!”

Mukidi : “Trims Pak…!”, terus tancap gas wuzzzz…

Dua jam kemudian…

Tk.Warung: “Pak… anak sekolahn tadi ngambil rokok Marlboro 4 bungkus, katanya bapak yang bayar.”

Polisi: “Haah! Weduss… anak sialan! Polisi juga… ditipu…!!!”. 

Hehehe…

7. Mukidi mmg lagi ngetop dan ga bisa dicegah popularitasnya..😀

Mukidi emang top.

============

Dalam keadaan lapar, Mukidi masuk ke sebuah rumah makan. Ia memesan ayam goreng.

Tak lama kemudian sebuah ayam goreng utuh tersaji. Baru saja Mukidi hendak memegangnya, seorang pelayan datang tergopoh-gopoh.

“Maaf mas, kami salah menyajikan. Ayam goreng ini pesanan bapak pelanggan yang disana”, kata pelayan sambil menunjuk seorang pria berbadan kekar dan berwajah preman.

Akan tetapi karena sudah terlanjur lapar, Mukidi ngotot bahwa ayam goreng itu adalah haknya.

Pria bertampang preman itu segera menghampiri meja Mukidi dan menggertaknya.

“AWAS kalau kamu berani menyentuh ayam itu…!!!  Apapun yang kamu lakukan kepada ayam goreng itu, akan aku lakukan kepadamu. Kamu potong kaki ayam itu, aku potong kakimu. Kamu putus lehernya, aku putus lehermu..!!!”

Mendengar ancaman seperti itu, Mukidi hanya tersenyum sinis sambil berkata, “Silahkan ! siapa takut ?” ….

Para pengujung restoran sampe geger …

Dgn kalem Mukidi segera mengangkat ayam goreng itu lalu men jilat2 pantatnya …

Hahahaha … 😃😜

Hidup  Mukidi !!!

8. MUKIDI  Penjual Mangga…….VS DOKTER..
Dokter  : “Ini  mangga apa, Pak?” tanyanya pada penjual mangga yang orang Madura. 
MUKIDI  : “Kalo yang ini mangga Gadung, Pak. Ini masak pohon, manis.” 
Dokter  : “Berapa sekilo?”

MUKIDI :  “Gadung lima rebu..”
Dokter :   “Kalo yang ini apa?” tanya dia menunjuk sebuah mangga yang lebih kecil. 
MUKIDI  :  “Ini Manalagi. Asli, masak pohon juga. Sekilo tujuh rebu …”
DOKTER :  “Hmmm, lain kali aja ya, Pak,” 

kata sang dokter sambil membalikkan badan hendak beranjak pergi. 
MUKIDI : “Aabboo, sebentar, Pak dokter..!” Seru sang  penjualnya.  “Jangan pergi dulu sampean !!”
Dokter  : “Ada apa?” tanya sang dokter. 
MUKIDI : “Bayar dulu Lima rebu, Pak!” 
Dokter  : “Lho, saya ‘kan nggak beli!” Protes sang dokter. 
MUKIDI   : “Iya, Sampian nggak beli, tapi ‘kan tanya-tanya harga!” jawab sang penjual santai. 
Dokter  :  Lho, memang tanya aja bayar?” protes sang dokter dgn nada serius …
MUKIDI  : “Boooo  Abboo mak deiye. Saya dulu priksa ke Sampian, cuma tanya-tanya. Trs Sampiyan minta bayaran Seratoos rebu … Sekarang sampian tanya2, saya cuma minta lima rebu .. Lebih murah ..  Kok sampiyan protes … ta’iye !!!”  

Bayar pak…… Bayar…..!   😄😃
=====================

Catatan :

kita banyak bertanya ke ulama gratis gak bayar, utk sembuhkan penyakit hati dan kebodohan qta. Seringkali tanpa terima kasih juga

=================================

9. ” Mukidi kelangan dompete”

Suatu hari mukidi lagi among tamu di tempat saudaranya yg menikah. Tapi tiba” mukidi kaget dompete ra ono no kanthongan clono ne waduh dompetku jare Mukidi, ojo” keri no kamare nganten.  Mukidi trus bali no kamare nganten mau lagi asyik” goleki dompet tiba” si penganten masuk kamar Mukidi bingung trus ngumpet no ngisor tempat tidur. Setelah itu terdengar percakapan si penganten, irung pesek iki wek e sopo dik, wek an mu mas. Trus si cowok 

takon maneh bibir mu seng merah merona ki wek e sopo dik wek an mu mas jare penganten cewek e. Trus si cowok takon maneh seng no dodo enek tumpeng anget loro iki wek e sopo dek sing mesti dek an mu to mas, la sakiki dompet ireng no ngisor wudel  iki duwek e sopo dik Mukidi langsung nyletuk wek an ku. Pengantene bengok Mukidiiiiiiiii………….. ” ini hanya obat strees”

10. 😀  Sesudah makan ketoprak 😄

Mukidi dolan nang omahe pacare sing jenenge Mukida..

Sak wise tekan omahe, 

Mukidi bisiki neng kupinge 

Mukida : “Da, aku kepingin nduduhke sesuatu karo kowe..” 

Mukida njawab njawab karo deg-degan : “Opo to Kang..?” 

Mukidi : “Neng kamarmu wae yo..?”  

Mukida (karo mesam-mesem manis) : “Iyo lah Kang, yuk..!”   

Sak wise mlebu kamar..

Mukidi : “Oleh ditutup lawange, Da..?”  

Mukida : “Oleh kok Kang, lha ono opo to Kang..?”

Mukidi : “Sssst.. oleh dikunci ora..?” 

Mukida : “Dikunci oleeh.. opo to Kaang..?” 

(deg-deg-an) 

Mukidi neruske aksine..

Mukidi : “Oleh ditutup jendelane..?” 

Mukida (soyo penasaran) : “Oleh..!”  

Mukidi : “Oleh dipateni ora lampune..?” 

Mukida (bergairah) : “Oleh banget, Kaang..”  

Sak wise lampu mati..

Mukidi : “Da, kowe kepingin ngerti opo sing arep tak weruhke kowe..?”  

Mukida : “Iyoo cayang..” 

Mukidi : “Kene rada cedhak aku, Da.. Coba cekelen tanganku..” 

Mukida : “Iiiihhh.. opo to, Kang..? Wis ora sabar lho..!”

Mukidi : “Sawangen, Da.. Jam tanganku lampune iso murup..”

11. MUKIDI PLESIR KE TANAH MELAYU

MUKIDI ke Tanjung Pinang naik peawat, sudah nahan kebelet dari Jakarta.

Sampai disana langsung buru-buru nyari toilet. Pas mau masuk, eh dihalangin oleh penjaganya dengan *berpantun.*

“Wet et et et … tunggu, tunggu”, kata penjaganya. 

Celana bukan sembarang celana

Celana panjang baju berdasi

Tak peduli awak darimana

Masuk toilet harus permisi

Beuuuuh. Lalu Mukidi balas.

Emas perak adalah harta

Mohon dijaga sepenuh hati

Saya menahan berak dari Jakarta

Tolong lah pinjam toilet barang sekali.

Penjaganya bilang “Wah, awak ni laaah…” 

Zaitun bukan sembarang zaitun

Zaitun bulat seperti semangka

Pandai kali awak berpantun

Bolehlah pakai toilet sesukanya.

Mukidi bergegas menuju toilet. Baru beberapa langkah, Mukidi balik lagi ke penjaganya.

Zaitun bukan sembarang zaitun

Pulau kembang jauh disana

Lama sekali awak ngajak berpantun

Saya sudah berak di celana.

12. MUKIDI  Penjual Mangga…….VS DOKTER..

Dokter  : “Ini  mangga apa, Pak?” tanyanya pada penjual mangga yang orang Madura. 

MUKIDI  : “Kalo yang ini mangga Gadung, Pak. Ini masak pohon, manis.” 

Dokter  : “Berapa sekilo?”

MUKIDI :  “Gadung lima rebu..”

Dokter :   “Kalo yang ini apa?” tanya dia menunjuk sebuah mangga yang lebih kecil. 

MUKIDI  :  “Ini Manalagi. Asli, masak pohon juga. Sekilo tujuh rebu …”

DOKTER :  “Hmmm, lain kali aja ya, Pak,” 

kata sang dokter sambil membalikkan badan hendak beranjak pergi. 

MUKIDI : “Aabboo, sebentar, Pak dokter..!” Seru sang  penjualnya.  “Jangan pergi dulu sampean !!”

Dokter  : “Ada apa?” tanya sang dokter. 

MUKIDI : “Bayar dulu Lima rebu, Pak!” 

Dokter  : “Lho, saya ‘kan nggak beli!” Protes sang dokter. 

MUKIDI   : “Iya, Sampian nggak beli, tapi ‘kan tanya-tanya harga!” jawab sang penjual santai. 

Dokter  :  Lho, memang tanya aja bayar?” protes sang dokter dgn nada serius …

MUKIDI  : “Boooo  Abboo mak deiye. Saya dulu priksa ke Sampian, cuma tanya-tanya. Trs Sampiyan minta bayaran Seratoos rebu … Sekarang sampian tanya2, saya cuma minta lima rebu .. Lebih murah ..  Kok sampiyan protes … ta’iye !!!”  

Bayar pak…… Bayar…..!   😄😃

=====================

Catatan :

kita banyak bertanya ke ulama gratis gak bayar, utk sembuhkan penyakit hati dan kebodohan qta. Seringkali tanpa terima kasih juga😊

13. WAKIDI PERGI MONDOK…

Wakidi (8 th) cah Klaten arep lungo mondok, diterke simbokne nyegat bis. 

Kernet bis: “Suroboyo, Suroboyo, bu?”

Simboke Wakidi: “Pak tulung nggih, mengke nek pun tekan Jombang, lare niki dikandani.

Kernet: “nggeh bu, tariiiikkk….!!!”

Nang terminal Solo Wakidi takon kernet bis, “Wes cedhak Jombang durung Lek ?”

Kernet: “Durung lee.. jek suwe”

Ora let suwe tekan Sragen, Wakidi takon maneh, “Wes tekan Jombang Lik ?”

Kernet: “Durung Lee…. jik uuuaduuooohh”

Wakidi bosen ora tekan-tekan. Akhire keturon. Bus terus mlaku arah Suroboyo. Ora kroso bis wes ngliwati Jombang. Kenek lali pesenane mboke Wakidi. Bareng kelingan, kernet langsung omong nang sopir, “Duuh kang, aku duso nang bocah kui, karo nuding Wakidi sing lagi turu nggleketer.

Sopir: “Lho kenopo, to?”

Kernet: “Mau mboke nitipke, yen tekan Jombang bocahe tulung kandanono”

“Wah, lha piye kowe kui. Jombang wes kliwat adoh”, Jawab sopire, bingung.

Tujune sopire apikan, gelem balik nang Jombang. Sak wise njaluk persetujuan karo penumpang liyane, mergo mesakke karo si Wakidi. Sak wise bis tekan Jombang, Wakidi digugah.

Kernet: “Lee… tangi lee. Wes tekan Jombang, ki”, karo nggoyang goyang awakke Wakidi.

Wakidi njenggirat, “Wes tekan Jombang lek?”, Karo grusa grusu mbukak kantong plastik ngetokke sangune; sego sambel, lawuhe iwak gereh asin.

Kernet takon, “Arep mudhun kene lee..?”

“Ora Lek….. wong aku arep nang Suroboyo. Mau simbokku pesen, sangune mengko dipangan nek wes tekan Jombang wae yo le”, jawab Wakidi karo muluk sego.

Kernet, sopir, lan kabeh penumpang muni bareng:

“WEDHUUUSS tenan cah iki…. tiwas mbaliiik!”

=d =)) *Rotfl* 

Wakakakakakakakaaaaaaa…….

salam all about MUKIDI …MERDEKA!!!