Reuni Kita

Kota Ciu 19/06/18 Aku sudah kembali dari mudikku sepenggal kisah tentang udikku, tentang masa laluku, tentang masa kecilku

Seperti biasanya bertemu dengan teman teman masa kecil, teman sekolah, teman seperjuangan, teman geng model 80-90an ala Joxin dan Qzruh… reunian “reuni kita”

Reuni kita bercerita sekarang tinggal dimana? pekerjaannya apa? setelah berpisah sekian lama dengan kesibukkan masing masing terpisahkan aktifitas serta pintu rizqi setiap orang menanyakan sekarang tinggal dimana?

Reuni kita bercerita tentang berapa anak kita? setelah kita dewasa dan menua pastilah ada keinginan supaya bisa melanjutkan generasi penerus kita, satu pertanyaan berapa anak kita.

Reuni kita bercerita tentang rambut kita yang sudah dua warna, memanglah kita sudah mulai menua dengan rambut sudah memutih dan juga botak kepalanya.

Reuni kita bercerita tentang kapan kita akan menghabiskan masa tua? seusia paruh baya mungkin akan segera purna tugas kewajiban mengabdi dimanapun berada. Dan saat seperti ini sepatutnya kita bercerita tentang masa tua kita, apakah akan tetap dirantau atau kembali didesa semasa kecil kita.

Reuni kita bercerita tentang masa lalu kita, masa lalu hanyalah sebuah cerita, masa sekarang adalah nyata, masa yang akan datang entahlah yang penting jalani sahaja.

Reuni kita bercerita banyak hal, ada suka, ada sedih, ada kenangan, ada harapan, ada banyak hal disana dengan garis busur masing masing. Menjalani sebuah alur cerita dari sang pencipta.

Reuni kita ada yang istimewa, ya istimewa karena kita dipersatukan dengan keimanan dan persaudaraan karena iman, setiap sepekan kita mesti setoran bacaan Al Qur’an 1 juz. Group Tadarus kita mesti berlanjut sampai ajal menjemput kita. Bukan hanya di Dunia kita dipertemukan semoga kelak nanti di surga dipertemukan juga.

Barokallah Fiikum Saudaraku semua.

Salam DPS

Iklan

Lek Jo Diujung Jalan Itu…

Walau bukan pendo’a malam ini lek Jo masih melekan
Masih dalam lorong dan deru mesin2 pabrik untuk sebuah mimpi dan harapan
Harapan dan impian masa depan untuk diri, keluarga dan anak2nya
Terbebas kungkungan kerja kerja yang tak membuatnya kaya

Separuh umurnya telah ia jalani dipabrik itu
Pengabdian seperti apa lagi mesti ia lakukan sampai menjelang usia pensiunnya
Tiada dekapan dari sang ayah dan ibu yang sekian lama membesarkannya
Dari semangat dan ketulusan serta keiklasan

Lek Jo diujung jalan itu bercerita…
Ya… diujung jalan itu sawah bapaknya sudah menjadi pabrik
Dan lek Jo menjadi kuli buruh disana bekas sawah orang tuanya
Menjaga sawah yang sekarang bukan miliknya
Ah sudahlah mengapa menyesalkan yang sudah terjadi keluh lek Jo kepadaku

Lek Jo pekerja kontrak dipabrik itu
Yang sewaktu2 bisa saja kena PHK
Belum lagi upahnya sekedar UMK
Status hubungan kerja seperti itu mesti ia jalani sampai menjelang usia senja

Biasanya bulan2 seperti ini banyak politisi datang menghampiri
Memberikan janji2 dan jalan untuk bermimpi
Lek Jo berkisah para politisi sudah tidak lagi kesini
Mereka sibuk dengan para pemodal jangan sampai kalah para bandar

Ahhh desah Lek Jo semakin dalam sedalam hisapan rokok ditangan kirinya
Mimpi2 lek Jo belum juga terbeli dengan berbagai janji para politisi
Sederhana saja mimpi lek Jo malam ini
Dibelinya kembali sawah milik orang tuanya diujung jalan itu
Dan kembali bercocok tanam bersama anak dan Istri

Ispirisasi SORJA 09 April 2018
Salam Dab Penyo Supriyanto

“Berkunjung ke DPC FSP KSPI Kabupaten Gresik DPC FSP KEP KSPI Kabupaten Karanganyar ingin belajar Koperasi Dan Pergerakan Buruh di Gresik”

Karanganyar, 12/10/2017 dalam rangka penguatan organisasi dan peningkatan peran serta anggota dalam kemampuan berorganisasi dan peningkatan Kesejahteraan Anggota, DPC FSP KEP Kabupaten Karanganyar beserta para Pimpinan Unit Kerja akan mengadakan kunjungan kerja ke DPC FSP KEP Kabupaten Gresik. Demikian disampaikan Danang Sugiyatno, Ketua DPC FSP KEP KSPI Karanganyar dalam keterangan yang sampaikan beberapa saat yang lalu.

Lebih lanjut Widhi Haryanto, sekretaris DPC FSP KEP KSPI Karanganyar menambahkan yang paling utama disana akan belajar pengelolaan koperasi karyawan yang dikelola DPC FSP KEP KSPI Kabupaten Gresik. Seperti diketahui DPC Gresik telah mampu mengelola koperasi dengan sangat baik sehingga mampu memotong jalur distribusi dan pada akhirnya harga jual ke anggota jauh lebih murah dibandingkan manakala anggota belanja di toko modern bahkan warung tetangga, mengapa demikian karena distribusi berasal dari anggota dan dijual keanggota. Dengan potensi keanggotaan serikat pekerja terorganisir diharapkan mampu meningkatkan kesejateraan anggota.

Disampaikan lebih lanjut kegiatan akan dilaksanakan pada tanggal 14-15 Oktober 2017 dan akan diberangkatkan secara resmi oleh Bupati Karanganyar H. Drs Yuliatmono, MM di rumah Danang Sugiyatno (Ketua DPC FSP KEP KSPI) Sambi Rejo, (mBirjo) Jaten, Karanganyar.

Dalam kesempatan berbeda Bupati Karanganyar menyampaikan bahwa Kesejahteraan buruh tidak hanya terpaku hanya pada masalah UMK saja, akan tetapi ada kesejateraan lain yang didapat buruh baik itu pendidikan gratis, kesehatan gratis, hal ini otomatis akan mengurangi belanja upah mereka dari UMK.

Eko Supriyanto, Pengurus Perwakilan Daerah Propinsi Jawa Tengah Konfedarasi Serikat Pekerja Indonesia / Perda KSPI yang ikut dalam kegiatan tersebut dan kesempatan yang sama menyampaikan ada satu hal lagi kawan kawan di Pimpinan Unit Kerja dan DPC FSP KEP KSPI Karanganyar akan belajar dan berharap dapat meniru pergerakan buruh di Kabupaten Gresik.

Pergerakan buruh di Kabupaten Gresik telah menginspirasi banyak hal di antaranya perihal koperasi, UMK yang jauh lebih baik daripada UMK di Karanganyar, Keterlibatan anggota dalam berserikat, check of system organisasi dan banyak hal yang akan bisa dipelajari disana pungkasnya.

Nara Hubung :
Eko Supriyanto HP.085742326112
Perda KSPI Jawa Tengah.

Saatnya Buruh Belajar Menulis

Kota Ciu, 17/10/2017 Dalam beberapa kali kesempatan sering kali saya menyampaikan seandainya Columbus tidak menuliskan tentang benua Amerika tidak seorangpun tahu siapa penemu benua Amerika dan tak seorangpun tahu seseorang bernama Columbus.

Ada lagi sebuah quote yang sangat menginspirasi : “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah, menulis adalah bekerja untuk keabadian” _ Pramudya Ananta Tour

Dari keduanya Columbus dan Pramudya Ananta Tour bisa kita ambil hikmah apa arti dari sebuah kepenulisan. Inilah contoh realitas bagaimana perjuangan kaum buruh yang selama ini terkukung dalam sebuah teriakan lantang dijalanan.

Bagaimana sebuah kekuatan luar biasa akan tetapi hanya disuarakan dijalanan, tidakkah ada cara lain agar suara kita terdengar? ini hanya sebuah metode bagaimana kita menyampaikan pesan-pesan yang kita kehendaki, bisa jadi kita teriak dijalanan dengan aksi demo menyampaikan pendapat, atau dengan dukung mendukung calon anggota parlemen.

Berbicara tentang media perjuangan dengan methode kepenulisan bisa jadi mengalahkan sebilah pedang dimedan juang, banyak karya tulis baik berupa puisi, prosa, kajian atau dalam bentuk sebuah literature modern dapat mengguncangkan sebuah peradaban.

Pesan yang akan saya sampaikan kepada kaum pergerakan buruh mulailah dengan perjuangan anda dengan menulis, bagaimana stakeholder mengerti tanpa anda tuliskan dan suarakan? Bagaimana anda bisa membuat sebuah tuntutan tanpa anda tuliskan? Kadang kala suara kurang pas untuk melengkapi sebuah data tanpa sebuah tulisan.

Media massa yang berpotensi sebagai pilar demokrasi pun tidak bisa kita harapkan bisa menjadi media corong perjuangan , mereka telah menjadi industri media yang telah dikuasai konglamerasi, coba lihat bagaimana media massa bisa mempelintir sebuah berita demi kepentingan sang tuannya.

Kaum buruh sudah semestinya mempunyai media perjuangan sendiri mulai dari media koran, media online, media radio, media televisi Dan sayangnya baru sebagian kecil saja dari kaum buruh mau dan meyempatkan diri untuk menuliskan atau memberitakan perjuangannya melalui medianya sendiri.

Mulailah menulis karena dengan menulis kita akan meninggalkan jejak, dan karena jejak-jejak kita akan meninggalkan sejarah dan sejarah perjuangan itu ada pada pundak-pundak kita saat ini.

Oleh : Eko Supriyanto – Wakil Ketua DPD FSP KEP KSPI Propinsi Jawa Tengah. HP. 085742326112

Mukjizat Merawat Orang Tua

Uang bisa dicari, llmu bisa digali, Apalagi jodoh, masih bisa dinanti…

Tapi kesempatan : untuk mengasihi orang tua takkan terulang lagi,

Ketika anak kita menemukan jodohnya, dan mendapatkan wanita cantik yang berhasil merebut seluruh hatinya, tidak jarang orang yang pertama menjadi musuh anak adalah orang tuanya sendiri.

Orang tua yang semula begitu mulia, mendadak terasa menjadi sangat cerewet, dan menjadi sumber masalah rumah tangga. Apalagi bila anak (laki-laki) tidak berhasil menyatukan hati isterinya dengan ibundanya._

Padahal, anak-anak yang merawat orang tuanya sampai wafat, kebanyakan dicintai Allah, hal itu tercermin dalam karir hidupnya di dunia, dan mereka cenderung menjadi orang yang sukses.

Mu’jizat Orang Tua, dapat kita temukan dalam sejarah hidup seorang sahabat di bawah ini :

Ketika Ibu dari Iyas bin Muawiyah wafat, lyas meneteskan air mata tanpa meratap, lalu beliau ditanya seorang sahabat tentang sebab tangisannya,

Jawabnya, “Allah telah membukakan untukku, beberapa pintu untuk masuk surga, sekarang, satu pintu telah ditutup.”

Begitulah, orang tua adalah pintu surga, bahkan pintu yang paling tengah di antara pintu-pintu yang lain.

Nabi Shollallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “ORANG TUA adalah PINTU SURGA YANG PALING TENGAH, terserah kamu, hendak kamu terlantarkan dia, atau kamu hendak menjaganya.”
(HR. Tirmidzi)

Al-Qadhi berkata, “Maksud pintu surga yang paling tengah, adalah pintu yang PALING BAGUS dan PALING TINGGI*.

Dengan kata lain, se-baik-baik sarana yang bisa mengantarkan seseorang ke dalam surga dan meraih derajat yang tinggi adalah dengan menta’ati orang tua dan menjaganya.”

Bersyukurlah jika kita masih memiliki orang tua, karena di depan kita masih ada pintu surga yang masih terbuka lebar.

Terlebih bila orang tua telah berusia lanjut.

Dalam kondisi tak berdaya, atau mungkin sudah pelupa, pikun dan terkesan cerewet,

atau tak mampu lagi merawat dan menjaga dirinya sendiri, persis seperti bayi yang baru lahir.

SUNGGUH TERLALU, ORANG YANG MENDAPATKAN ORANG TUANYA BERUSIA LANJUT, TAPI DIA TIDAK MASUK SURGA, PADAHAL KESEMPATAN BEGITU MUDAH BAGINYA.

Nabi Shollallahu ‘Alaihi Wasallam.. bersabda, “Sungguh celaka….., sungguh celaka,… sungguh celaka”

lalu Seseorang bertanya “Siapakah itu wahai Rosulullah?”
Beliau bersabda, “Yakni orang yang mendapatkan, salah satu orang tuanya, atau kedua orang tuanya berusia lanjut, namun ia tidak juga bisa masuk surga.” (HR. Muslim)

Dia tidak masuk surga karena tak berbhakti, tidak menta’ati perintahnya, tidak berusaha membuat senang hatinya, tidak meringankan kesusahannya, tidak menjaga kata-katanya, dan tidak merawatnya saat mereka tak lagi mampu hidup mandiri.

SAATNYA KlNI, KlTA BERKACA DIRI, SUDAHKAH LAYAK KITA DISEBUT SEBAGAI ANAK YANG BERBHAKTI ? SUDAHKAH LAYAK KITA MEMASUKI PINTU SURGA YANG PALING TENGAH ?

Nasihat ini sebaiknya, kita sampaikan kepada anak-anak kita, juga pengingat bagi saya..

#Semoga Bermanfaat

Hamba – Hamba Pecinta Allah

Al-kisah ada ahli ibadah bernama Abu bin Hasyim yang kuat sekali Tahajudnya. Hampir bertahun-tahun dia tidak pernah absen melakukan sholat tahajud.

Pada suatu ketika saat hendak mengambil wudhu untuk tahajud, Abu dikagetkan oleh keberadaan sesosok makhluk yang duduk di bibir Sumurnya.

Abu bertanya, “Wahai Hamba ALLAH, siapakah Engkau?” Sambil tersenyum, Sosok itu Berkata :

“Aku Malaikat utusan ALLAH”

Abu Bin Hazim Kaget sekaligus bangga karena kedatangan tamu malaikat mulia. Dia lalu bertanya : “Apa yang sedang kamu lakukan di sini ?”

Malaikat itu Menjawab : “Aku disuruh mencari hamba pencinta ALLAH”

Melihat Malaikat itu memegang kitab tebal Abu lalu bertanya : “Wahai Malaikat, buku Apakah yang Kau bawa ?”

Malaikat Menjawab : “Ini Adalah Kumpulan Nama Hamba – Hamba Pencinta ALLAH”

Mendengar jawaban Malaikat, Abu bin Hasyim berharap dalam hati namanya ada disitu, Maka ditanyalah Malaikat itu.

“Wahai Malaikat, adakah namaku disitu ?” Abu Berasumsi Bahwa Namanya ada di buku itu, mengingat amalan ibadahnya yang tidak kenal putusnya. Selalu mengerjakan sholat tahajud setiap malam, berdo’a dan bermunajat pada ALLAH SWT di Sepertiga malam.

“Baiklah, aku Buka” Kata Malaikat sambil membuka kitab besarnya”

Dan ternyata Malaikat itu tidak menemukn nama Abu di dalamnya. Tidak percaya, Abu bin Hazim meminta Malaikat mencarinya sekali lagi.

“Betul, namamu tidak ada di dalam buku ini!” kata Malaikat.

Abu bin Hazim pun gemetar dan jatuh tersungkur di depan Malaikat. Dia menangis sejadi-jadinya.

“Rugi sekali diriku yang selalu tegak berdiri di setiap malam dalam tahajud dan bermunajat. tetapi namaku tidak masuk dalam golongan para hamba pecinta ALLAH,” Ratapnya.

Melihat itu, Malaikat Berkata : “Wahai Abu bin Hasyim Bukan aku tidak tahu engkau bangun setiap malam ketika yg lain tidur. mengambil air wudhu dan kedinginan pada saat orang lain terlelap dalam buaian malam. Tapi tanganku dilarang ALLAH Menulis Namamu.”

“Apakah Gerangan yang Menjadi Penyebabnya ?” tanya Abu bin Hasyim.

“Engkau Memang Bermunajat Kepada Allah, tapi Engkau Pamerkan dgn RASA Bangga ke mana-mana dan Asyik beribadah memikirkan diri sendiri. Di kanan kirimu ada orang sakit atau lapar, tidak engkau tengok dan beri makan. Bagaimana mungkin engkau dapat menjadi hamba Pecinta ALLAH kalau Engkau Sendiri tidak pernah mencintai hamba-hamba yang diciptakan ALLAH ?” Kata Malaikat itu.

Abu bin Hasyim Seperti disambar petir di siang bolong. Dia tersadar hubungan ibadah manusia tidaklah hanya kelada ALLAH Semata (hablumminAllah), tetapi juga ke sesama Manusia (Hablumminannâs) dan Alam.

Semoga Kita Menjadi Lebih Baik dan Lebih Bermanfaat.

Robbana Taqobbal Minna, Ya Allah Terimalah dari kami (Amalan Kami) Aamiin.

Apa Kabar Survey KHL (?)


Kota Ciu, 14/08/17 Medio bulan Agustus biasanya kita disibukkan dengan menghitung berapa KHL untuk menghitung berapa UMK tahun depan sambil menunggu berapa hasil survey bulan September.

Semenjak PP 78/2015 tentang pengupahan disyahkan sampai saat ini “berisik” tentang pengupahan sepertinya menjadi lebih tenang tidak ada pergerakkan sama sekali.

PP sialan itu telah membungkam gerakan buruh diberbagai daerah dengan dalih stabilitas dan lain sebagainya yang intinya kenaikkan upah dipangkas tidak melebihi inflasi & pertumbuhan ekonomi.

Apa kabar survey KHL (?) sekiranya kita menyadari sebenarnya kebutuhan hidup layak yang selalu digembor2kan apakah sudah mencukupi (?)

Secara real kenaikkan upah setiap tahunnya apa sudah bisa menutup atau sebanding dengan kenaikkan inflasi (?) Sejatinya upah yang kita terima turun, karena daya beli kita juga turun. Bukan masalah berapa besar kenaikkan upah kita akan tetapi bagaimana daya beli kita meningkat.

Kenaikkan TDL, Kenaikkan BBM, Kenaikkan pajak kendaraan, otomatis semua barang & jasa juga meningkat dan apakah semua itu diimbangi dengan kenaikkan upah sehingga daya beli kita meningkat (?)

ASUdahlah ternyata kita hanya berdiam diri disini menunggu pimpinan serikat berjuang, menunggu belas kasihan perusahaan atau jatuhnya “endok blorok” dari langit.

Bagaimana perjuangan serikatmu (?)

Salam DPS