Pekerja Karanganyar Tuntut UMK Sebesar 1,578 Juta

KARANGANYAR, Lintas Solo-Para pekerja di Karanganyar mengusulkan upah minimum kabupaten (UMK) 2017 sebesar Rp1.578.838, atau naik Rp158.838, jika dibandingkan UMK 2016 sebesar Rp1.420.000.

Ketua Forum Komunikasi Serikat Buruh Karanganyar (FKSBK) Eko Supriyanto, Minggu (16/10/2016), mengatakan, usulan UMK tersebut berdasarkan perhitungan menggunakan angka kebutuhan hidup layak (KHL) 2015 sebesar Rp1.441.472, angka inflasi 3,07 persen, dan pertumbuhan ekonomi nasional 4,97 persen.

Hasilnya lalu ditambahkan dengan selisih KHL 2015 dengan UMK 2016.

“Ada selisih antara KHL 2015 dengan UMK 2016 sebesar Rp21.472. Hasil akhir yang kami temukan sebesar, Rp1.578.838. Kami juga menolak dasar perhitungan menggunakan UMK berjalan 2016,” tegasnya.

FKSBK juga menuntut agar tidak ada perbedaan antara upah pekerja lajang dengan yang sudah berkeluarga.

Untuk pekerja yang sudah berkeluarga FKSBK mengusulkan upah Rp1.657.780.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industrial dan Pengawasan Tenaga Kerja Dinsosnakertrans Karanganyar, Sri Wibowo, ketika dikonfirmasi mengatakan, sah-sah saja pekerja mengusulkan angka UMK 2017.

Yang, jelas, kata Sri Bowo, merujuk PP Nomor 78/2015 sudah ada rumus baku penghitungan UMK.

Disisi lain, Ketua Komisi D DPRD Karanganyar, Endang Muryani, berharap rapat Dewan Pengupahan berhasil menyepakati usulan UMK 2017. Apalagi kabupaten/kota di Soloraya sudah mencapai kesepakatan.

“Saya juga minta kepentingan pekerja diakomodasi,” ujarnya.|Iwan Iswanda

Editor: Joko Larsono

sumber : Lintassolo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s