“Lek Jo Nyunah”

lek Jo pemuda tanggung dari kampung “ndeso” bukan, “kutho” juga bukan, walah pokoke gaul-lah, supel, ora isinan, cekelane gadget terbaru gres dibayar lunas tunai bukan kreditan.

bukan pitenah juga bukan gosip lek Jo yang sangat rajin sembahyang berjamaah dimasjid dekat rumahnya, hari hari terakhir lek Jo lebih rajin nyunah meniru apa2 yang sudah dicontohkan Rosulullah weslah joss tenan saiki lek Jo.

Lek Jo sekarang memanjangkan rambut jenggotnya bukan jenglot hlo ya (?) namun lek Jo tetap tawaduk tidak mengkafirkan yang tidak sepaham dengan nya.

Lek Jo sekarang cingkrang walau tetap sarungan diatas polok (mata kali) nya namun lek Jo tetap rendah hati tidak membid’ahkan yang tidak sepaham dengan nya.

Lek Jo dahi nya menghitam bukan hitam karena gosokan benda tumpul karena jidatnya agak lancip jadilah ketika sujud membentur sajadah menghitamlah jidatnya namun lek Jo tetap bersama kawan2 nya tanpa harus menyesat2kannya.

Lek Jo tetap bersholawat dan bertawasul, yasinan dan tahlilan jalan terus, kerendahan hati lek Jo lah orang menilai.

Lek Jo bukan panitia akhirat yang tugasnya menilai si fulan di neraka si fulan di surga.

Lek Jo bukanlah suatu kaum yang selalu menyibukkan diri dengan menilai  dan mengetahui perihal orang lain.

Demi umurnya, seharusnya lek Jo lebih mengetahui tentang dirinya daripada orang lain.

salam hangat lek Jo yang ahlul sunah, semoga kita selalu dalam lindungan Allah ﷻ

salam DPS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s