Ketika Si”Tukang Demo” Mudik Ke Kampung Halaman

image

ZowLow – 08/07/2015 Disela-sela sepuluh hari terakhir dibulan Ramadhan, bulan yang penuh harapan mencoba kembali mengkorek otak, menyulut api pergerakkan, membakar semangat jiwa-jiwa yang tenang. Tidak ada kata terangkai selain sebaris ungkapan, segenggam harapan dan semangat-semangat ruh bersama-sama para pejuang pergerakkan kanan, pergerakkan kiri atau apalah artinya itu semua tanpa tujuan, demi kaumnya, demi rakyat semesta demi anak dan bininya.

Semangat ramadhan mengajarkan akan kerelaan, keiklasan, tanpa berharap imbalan selain keridhoan Robi  Izati, kita rela lapar dan dahaga kita iklas menjalankannya dengan menambahkan amalan-amalan lainya.

Dan ketika ramadhan akan segera berlalu dan disusul lebaran adalah sebuah ” ritual” yang “wajib” bagi kaum urban untuk kembali ke tanah kelahiran tanah tumpah darah menemui para orang tua, saudara sekampung dan para sesepuh kampung untuk mendapatkan spirit perjuangan ketika kembali lagi ke perantauan.

Jangan ceritakan, berapa banyak harta yg telah kau kumpulkan, berapa besar uang yang kalian bawa (?) tapi ceritakanlah perjuangan kalian, yang penuh cerita suka maupun duka, karena di situlah sebenarnya hartamu yg sebenarnya. Bila rasa rindumu telah terobati, segeralah kembali, karena masih banyak pekerjaan yang menunggu kalian, masih banyak kawan-kawan kita yg butuh uluran tanganmu, masih banyak buruh yg menjerit dlm kemiskinan, inilah tugas kita, untuk membantu mereka. tularkan semangat panji panji perjuangan kepada kawan-kawan di daerah, gunakan antribut perjuangan sehingga semangat perjuangan akan dikenal didaerah, issu perjuangan buruh telah menjadi ranah publik dan sering kali liputan perjuangan buruh menjadi berita nasional, lanjutkan kawan karena kalian adalah barisan para pejuang buruh.

Coba tengok jalanan ibu kota ketika kalian mudik jalanan begitu lengang, pabrik pabrik berhenti beroperasi, roda perekonomian seakan berhenti (?) coba renungkan seandainya itu semua tidak ada kalian kawan? Apakah para pemodal itu akan mengerakkan mesin mesin produksinya sendiri? Sadarilah kalianlah sebenarnya pengerak perekonomian negara, dari tangan tanganmulah tercipta sepatu, sandal, motor, mobil, dan lain sebagainya, engkau berhak untuk menikmati dari apa jerih payah yang kau kerjakkan. Sadarilah engkaulah kelas pekerja pengerak roda perekonomian.

salam DPS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s