Gajah Mati Meninggalkan Gading, Macan Mati Meninggalkan Belang, Lha Kalau Kamu Mati Meninggalkan Apa (?)

imageHari ke 22 (rolikur-dua puluh dua) tantangan #NulisRandom2015 dari komunitas #NulisBukuComunity

ZowLow-22/06/2015 sepengal kalimat terlontar dalam acara mocopatan televisi lokal oleh kiai Kanjeng dan Monumen sejarah sedikit mengelitik alam bawah sadarku, aku sebenarnya tidak mengikuti sepenuhnya acara ini dari awal sampai akhir, ya sepenggal kalimat ini yang masih ada dibenakku.

Berkaca dalam kehidupan nyata alangkah elok nian seekor hewan yang namanya gajah dengan badan tinggi besar begitu mati meninggalkan gadingnya, seekor macan yang buas ketika mati meninggalkan belangnya(?) nah ketika manusia yang memiliki akal dan pikiran meninggal apa yang mereka tinggalkan (?) sejarah peradaban manusiapun mencatat hanya beberapa orang yang bisa merubah keadaan (?) adakah peran manusia lainnya dalam perubahannya (?)

Sederet pertanyaan timbul dari proses perubahan dunia, sejarah kemerdekaan bangsa inipun hanya beberapa orang yang tercatat dari proses pergerakkan. Momentum pergerakkan dan letupan para agen perubahan pasti ada disetiap generasi kehidupan dengan segala gaya dan methode pergerakkan.

Dari rentetan proses suatu peristiwa jarang sekali orang untuk menuliskannya entah karena kemalasan atau tidak mau diribetkan dengan segala moment moment secara utuh, setiap peristiwapun akhirnya menjadi beberapa versi dan sangat tergantung kepentingannya atau siapa pemimpinnya.

Ihh mengerikan sepenggal sejarah reformasi 1998, Jakarta, Solo terbakar penjarahan dimana mana, kabar penculikkan, pemerkosaan, dimanakah peran negara waktu itu (?) siapa yang menculik siapa yang diculik atas kendali siapa, adakah yang mau secara jujur melihatnya secara utuh dari sebuah peristiwa ini (?)

Terlepas dari peristiwa ini, adalah para penulis entah itu melalui buku, bloger, media massa akan ada model kearsipan yang mana hal ini menjadi peninggalan sejarah kehidupan manusia. Jangan sampai manusia menjadi mati sia sia tanpa ada sejarahnya dalam kehidupan, potret buram, potret jernih ataupun blur sekalipun marilah memandang suatu peristiwa secara utuh, benang merah akan merajut sejarah kehidupan manusia, jangan sampai manusia mati sia sia tanpa meninggalkan SEJARAHnya. Bagaimana menurut anda (?)

salam DPS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s